Anak Yang Kukasihi

Anak Yang Kukasihi
Obamaputralaris

Thursday, August 17, 2006

Kliping : KOMPAS

"Fun Run" 10.000 Loper Jabodetabek

Sebanyak 10.0001oper media cetak dari sekitar Jakarta-Bo­gor-Depok-Tangerang-Bekasi akan mengikuti fun run yang dilaksanakan sehubungan dengan Lopers Day 2006, 21 Agus­tus. "Selain 10.000 loper, kami juga menyiapkan 3.000 tem­pat bagi loper yang belum terdaftar maupun peserta umum. Rutenya dari Plaza Barat Stadion Senayan terus ke Plaza Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Hotel Hilton, TVRI, dan berakhir di Plaza Barat Stadion Senayan lagi," papar Ketua Umum KONI Agum Gumelar, Selasa (15/8). Khusus untuk para loper, ujar Ketua Pelaksana Dedik Supardiono, akan diberikan uang transpor per orang sebesar Rp 20.000. (NIC)
***
KOMPAS, RABU, 16 AGUSTUS 2006 30

Wednesday, August 16, 2006

Klipping : TopSkore

Agum Ikut Lari Gembira bersama 13 Ribu Loper Koran
­
JAKARTA -- Lopers Day! Apa itu? Itu bukan hari cinta, teta,pi perayaan hari penjaja koran sedunia yang akan diperingati dengan gelaran olahraga lari santai. Ketua Umum KONI Pu­sat Agum Gumelar akan bergabung dengan 13 ribu loper koran di Jakarta pada 21 Agustus mendatang.

Lari santai ini mengambil jarak sejauh lebih kurang empat kilo me­ter. Star dan finish akan dilakukan di Plaza Barat Stadion Gelora Bung Karno. "Saya menyambut gembira kegiatan ini" Agum menjelaskan sa­at menerima panitia lomba kemarin di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Selain Agum, turut pula dalam ke­giatan yang sudah berjalan dua tahun ini adalah Gubemur DKI Jakarta Su­tiyoso, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil dan se­jumlah duta besar negara sahabat serta pimpinan media cetak di Jakarta.

Para peserta tidak dipungut biaya, malah akan diberikan uang saku Rp 20 ribu rupiah, topi dan kaus. "Ya ka­pan lagi membahagiakan loper," La­ris Naibaho salah seorang panitia menjelaskan.
Selain mendapat nasi kotak, pe­serta juga akan mendapat door prize berupa sepeda motor, televisi, sepe­da, dan sejumlah hadiah lainnya yang merupakan sumbangan dari pe­nerbit di Jakarta. "Tak lupa ada artis KDI II," tambah Agum.

Diharapkan dengan adanya lom­ba lari gembira bagi para loper koran di wilayah Jabotabek ini dapat me­numbuhkan motivasi kerja dan seka­ligus membantu menyebarkan infor­masi yang lebih luas lagi. "Jadikan momentum ini sebagai pembangkit semangat kerja dan kebersamaan," Agum menjelaskan lagi. "Mengapa lari gembira? Konon hanya orang­orang yang gembira saja yang mam­pu meraih sukses."

Gelaran Lopers Day 2006 senga­ja mengambil tanggal 21 karena bertepatan dengan hari libur nasion­al. Dengan begitu, para loper mampu ambil bagian karena sebagian besar koran tidak terbit. Lantas berapakah dana untuk menggembirakan para loper itu? Ketua Pelaksana Lopers Day, Dedik Supardiono menjelaskan acara ini setidaknya dihabiskan seki­tar Rp 1,3 miliar. *lal

Klipping : Republika

YLI akan Gelar Loper's Fun Run

JAKARTA - Yayasan Loper Indonesia (YLI) kembali menggelar Loper's Day 2006. Acara yang akan digelar pada 21 Agustus mendatang adalah lomba Loper's Fun Run. Menurut Ketua Pelaksana Loper's Day 2006, Panitia Loper's Day, Dedik Supardiono, acara yang akan digelar di Stadion Senayan, ini akan diikuti 10 ribu loper yang bermukim di Jakarta. Panitia mengambil tema Tiada Berita Tanpa Loper.

"Dengan loper cadangan sebanyak tiga ribu orang. Kegiatan ini murni untuk bergembira di tengah aktivitas padat para loper yang menjajakan korannya," ujar Dedik, Selasa (15/8). Perlombaan ini tidak ada pemenang (prestasi), namun panitia menyedia­kan sejumlah door prize berupa sepeda motor, sepeda, televisi, dan sejumlah hadiah lainnya. Hadir pula sejumlah artis Kontes Dangdut Indonesia II. Ketua Umum KONI, Agum Gumelar, juga menyatakan kesediaan untuk hadir.

"Insya Allah saya hadir untuk memeriahkan acara tersebut," ujar Agum. Secara pribadi, Agum sangat mendukung acara tersebut. Ketua YLI, Laris Naibaho, mengatakan, saat ini jumlah loper di Jakarta sekitar 40 ribu orang.
***
•REPUBLIKA RABU,16 AGUSTUS 2006 ( zak)

Klipping Loper Fun Run : Sinar Harapan


13.000 Pelari Ramaikan "Loper's Day"

Jakarta - Sedikitnya 10.000 pengantar media cetak (loper) yang bermukim di Jakarta bakal meramaikan lari santai dalam acara "Loper's Day 2006", Senin (21/8). Sekitar 3.000 peserta lainnya disediakan untuk peserta umum. Acara yang digelar oleh Yayasan Loper Indonesia (YLI) dan didukung beberapa media nasional ini bertujuan untuk kebersamaan sesama loper sekaligus mempererat tali persahabatan sesama mereka, dan masyarakat.

"Lari santai ini dipungut biaya, bagi anggota YLI mendap­atkan kostum, konsumsi dan uang transport. Semua ini untuk kebersamaan sesama loper," ujar Ketua Panpel, Dedik Supardiono kepada wartawan, Selasa (15/8). la menambahkan, acara ini sebagai kelanjutan dari Loper's Day tahun lalu di Istora Senayan yang sangat sukses, walau mengadakan kegiatan di dalam ruang (indoor). Untuk itu, di tahun ini akan lebih ditingkatkan dalam hal jumlah peserta dan kegiatannya, melalui kegiatan luar ruang ini. Rute yang di lalui sekitar Senayan, yakni start dan finis di Plasa Barat Stadion Senayan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua YLI Laris Naibaho mengatakan, dengan adanya Loper's Day ini diharapkan masyarakat tahu kalau keberadaan profesi loper koran punya organisasi dan kegiatan yang positif. "Loper adalah ujung tombak industri pers. Untuk itulah keberadaan mereka perlu diperhatikan dan dibina dengan baik," ujar Laris. Ia menambahkan, YLI memiliki cita-cita untuk menaungi kehidupan para loper, terutama masalah kesehatan dan harkat serta martabat mereka.(ray)
***
SINAR HARAPAN,RABU, 16 Agustus 2006 (halaman 14)

Tuesday, August 15, 2006

Konperensi Pers Dengan Agum Gumelar


Konperensi Pers Loper’s Fun Run dalam rangka Loper’s Day yang diadakan di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Selasa, 15 Agustus 2006 yang dihadiri oleh Agum Gumelar sebagai Ketua KONI berlangsung dengan balutan senyum dan tawa.

Kedekatan Agum Gumelar dan Wartawan selama ini, mewarnai situasi. Hal ini tampak dari pola pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan yang umumnya diwarnai dengan lelucon. Agum pun menjawab dengan senyum karena dia tahu, bahwa acara Loper Fun Run yang dia sendiri menjadi Penasehatnya dilaksanakan untuk para para Loper yang notabene adalah penjual produk para wartawan. “Jangan dikaitkan ke mana-mana. SAya memang sangat ingin memberi kebahagiaan kepada loper. Dan tahun depan kita buat yang lebih meriah lagi. Misalnya dengan Loper Fun Bike,” ujarnya sambil tersenyum, yang dibalas oleh para wartawan dan agen, serta penerbit yang hadir.

Ketua Umum YLI Laris Naibaho, menjelaskan pertemuannya dengan Agum Gumelar sebagai satu karunia. Karena, seoarang Agum Gumelar yang selama ini sudah menjadi public figure sangat antusias, bahkan mendorong langsung panitya agar membuat yang terbaik untuk Loper. “SAya tidak menyangka, dan bulu kuduk saya berdiri, hampir tak percaya, kalau Pak Agum Gumelar langsung mendukung. Ini pertanda baik, bahwa Loper akan menjadi sesuatu di masa yang akan datang,” Ujar Laris Naibaho.
Loper Fun Run yang mengundang lebih 10.000 Loper ini, adalah yang pertama untuk acara sejenis. Para Loper akan mendapat, kaos, topi, makanan, transpor dan doorprize, motor, tv, handphone, dan ratusan hadiah lainya.

Salah seorang yang hadir, Tarjo, menyebutkan, bahwa acara ini sungguh luar biasa, karena pasti akan mengangkat harkat Loper baik langsung maupun tidak langsung. “ Ini ide yang luar biasa, dan perlu didukung,” ujar mantan Pemimpin Redaksi Sriwijaya Pos ini.

Monday, August 14, 2006

Tim Sukses Loper's Fun Run


Memang ruaar biasa bah, si Dedik Supardiono ini dalam mengerahkan seluruh awak sirkulasi Republika untuk menyukseskan Loper's Day yang ke-2 ini. Sukses untuk Bung, dan kawan-kawan. Hidup loper!Hidup Loper! Jayalah penerbit.

Darkiman Oh, Darkiman

""Dari mana awal dan akhir di Loper's Fun Run?"

"Tanyalah Darkiman."

"Siapa Darkiman?"

"ME Republika."

"Mengapa harus ke dia?"

"Dialah yang ditunjuk oleh Ketua Pelaksana Loper's Fun Run, Dedik Supardiono, yang mengurusi rute yang akan dilalui peserta Loper's Fun Run, Senin, 21 Agustus 2006 ini."

"Mengapa harus dia?"

"Dalam pandangan Dedik, dia ini selain berpengalaman di bidang olah raga, pun selama ini menunjukkan tanggungjawab, setiap kali diberi tugas."

"Darkiman Oh, Darkiman."

Saturday, August 12, 2006

Jumpa CEO KELOMPOK KOMPAS GRAMEDIA AGUNG ADI PRASETYO

Kita jumpa lagi, di saat dirimu sangat sibuk dan diriku penuh dengan fantasi.
Dan kita pun bercengkerama dengan pikiran-pikiran orang bijak bestari, termasuk Raja Salomo yang mashyur dengan Amsalnya.

Engkau bilang, kendati diriku banyak mengecam dirimu, tetapi engkau tegaskan hal itulah yang sesungguhnya engkau butuhkan. “Aku tidak suka dengan manusia penjilat, dan apalagi yang munafik. Saya tidak dapat apa-apa dari orang seperti itu,” ujarmu.



Lalu kita bahas sejenak apa yang tertulis di dalam Amsal 9 ayat 8 :

“Janganlah mengecam seorang pencemooh supaya engkau
jangan dibencinya. Kecamlah orang bijak, maka kau akan
dikasihinya.”



Kemudian diotak kita mengalir ayat-ayat lain :
"Bibir orang benar menggembalakan banyak
orang, tetapi orang bodoh mati karena
kurang akal-budi.”

Aku terperangah dengan ayat ini. Kemudia,aku mencoba menenangkan hati, kalau begitu, aku tidak perlu harus ragu-ragu menemuimu di hari yang akan datang, kendati bibir acap kali membuat dahimu berkerut.

Kalimat demi kalimat kita bahas, dan kecuali senyum, banyak juga hal-hal yang membuat hati kita tidak tenteram. Tapi, seperti kita simpulkan, biarlah semua mengalir mengikuti waktu, seperti halnya waktu yang sudah kita jalani. Kita sudah berkawan 20 tahun lebih, ketika wajah kita masih imut-imut dan masih pantas jadi coverboy untuk majalah.

Kini usia kita mendekati 50, dan pikiran kita dibalut oleh satu pandangan yang sama. “ Kalau kita bisa berbuat mengapa harus menolak?”

Maka kita pun menyetir ayat lain di dalam Amsal 22 ayat 9 yang bunyinya :

“Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.”

Dan Amsal 28 ayat 27 :


“Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.”

Ah, terlalu banyak yang ingin kutuangkan di sini, untuk menggambarkan pertemuan kita yang teramat indah. Lebih indah lagi, setelah kujelaskan tentang Loper’s Day, Senin 21 Agustus 2006 yang dirimu sudah minta izin tidak hadir, karena mengemban tugas ke luar kota. Tidak apa-apa, Agung Adi Prasetyo.

Tetapi kendati Engkau tidak hadir, para Loper tercinta pastilah berbahagia, karena dirimu secara spontan menyediakan transport, pun menugasi seluruh staf sirkulasi untuk menyukseskan Loper’s Fun Run ini. Dan, yang tidak bisa kulupakan, ketika kulihat dirimu menghapus titik air di pipimu sebelah kanan, karena terharu biru dengan acara ini. “Majulah t’rus, Tuhan memberkati,”ujarmu pelan. Gbu. Agung.

Ruhut Sitompul, SH : Saya sangat bersimpati kepada Loper



“Call saya, jika ada yang mengganggu Loper saat menjalankan tugasnya,” pinta Ruhut Sitompul, SH, saat kepadanya diberitahu kejadian yang lalu, tentang ulah oknum Tramtib,yang sampai menelanjangi Loper, yang ditangkap saat menjajakan media cetak di perempatan lampu lalulintas.

Ruhut Sitompul, SH, pengacara kondang yang juga seorang artis, yang tampak begitu garang saat mengadvokasi kliennya, ternyata adalah seorang pria ramah, lembut, dan hehehe, pantas saja banyak wanita yang simpati dan ingin dekat dengannya. “Loper itu bukan pengemis atau anak jalanan. Mereka murni cari makan. Jadi untuk apa memperlakukan mereka dengan kasar?” ujarnya tegas. “Dan karena itu, mudah-mudahan, 21 Agustus 2006 di Loper’s Day ini saya tidak keluar Jakarta agar bisa hadir,” tambahnya.

Loper’s Day yang akan digelar, Senin, 21 Agustus 2006 mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan non pers, termasuk Ruhut Sitompul, SH. Dan ini seharusnya dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha pers, untuk menciptakan pasar yang lebih luas dengan mengajak para pencari kerja untuk menjadi loper, karena dari pengakuan agen-agen media cetak, saat ini agak kesulitan untuk mencari loper.

Ruhut sendiri mengemukakan, Loper itu di benaknya, adalah seorang insan pekerja keras, dan memiliki kejujuran. "Saya pernah jadi Loper. Jadi saya taulah kehidupan loper meski tidak seutuh yang Anda tau. Dan karena itulah, saya siap mengadvokasi secara free, jika ada sesuatu yang menyangkut kehidupan loper," ujarnya sambil terseyum kepada Laris Naibaho dan Dicky EA, yang diundangnya secara khusus ke Le Meridian Hotel, Jumat, 11 Agustus 2006, pukul 21.00.

Betapa bahagianya Loper Indonesia, kalau sungguh-sungguh kau hadir Ruhut.

Wednesday, August 09, 2006

Agen di Mata Manajer Iklan Warta Kota




Anggapan bahwa agen media cetak hanya sebatas menjual prdouknya, ditepis langsung oleh Manager Iklan Warta Kota, Christina MS Indiarti. “ Itu kalau jika orang tersebut masih berpikir “zadul” alias zaman dulu, alias “telmi” atau telat mikir,” ujarnya dalam diskusi singkat Torsa Advertising, Jalan Barkah No.49 Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2006.

Dalam diskusi singkat tersebut, dia menyatakan, para agen media cetak sebetulnya secara tidak lansgsung adalah juga agen iklan, dan hal-hal lain yang menyangkut pemasaran medianya. “ Jadi bagi kami, seluruh agen Warta Kota adalah juga agen iklan. Maka, dalam waktu yang tidak terlalu lam lagi, kami akan mensosialisasikannya, karena menurut hemat kami, para agen ini sangat mempu untuk memasarkan dan mencari iklan.”

Untuk hal tersebut, Christina MS Indiarti yang akrab dipanggil Titin ini, sedang mengemas sebuah sistem yang tujuannya mempermudah para agen untuk mengirim iklan; apakah itu iklan kolom, dan terutama untuk iklan baris, sehingga pengiriman dapat dilakukan seketika dan tidak lagi dibatasi oleh jarak antara penerbit dengan Agen. “ Mudah-mudahan system ini sudah go live di bulan Oktober 2006 ini, dan ini merupakan obsesi kami, agar hubungan dengan para agen menjadi lebih akrab,” ujarnya, dengan wajah penuh harap, bahwa tidak ada hambatan apa pun agar program ini dapat diluncurkan sesuai waktu.

Diskusi yang juga dihadiri oleh Kasi Torsa Advertising, Marintan Malau, Dikcy EA, Arnold Hutapea, menyepakati, diskusi akan dilanjutkan awal September 2006. Pada lanjutan diskusi nanti, diharapkan system yang sedang dikemas tersebut sudah dapat diuji kehandalannya

Beasiswa Kompas


Buah-Buah Perbuatan

Sabtu, 18 Oktober 1997, Kompas, memberikan beasiswa kepada ratusan Loper di Balai Sidang, Senayan.

Tidak tanggung-tanggung, saat itu salah seorang Menteri, dan keluarga Cendana ikut menyaksikan acara tersebut.

Tidak hanya Loper penerima beasiswa yang gembira. Masyarakat pun terkagum-kagum. Sebab, diyakini, hanya dengan pendidikan yang baiklah negeri ini bisa bersaing dengan negeri lain.

Dua penerima beasiswa ini; Wolfgang Sigogo Semandros kini kuliah di Fakultas Filsafat UI, dan Hubert Aria Ximenes Famosando, kini kelas tiga di SMA Gonzaga, menikmati beasiswa tersebut, dan ternyata memang sangat berguna.

Kini, ada pertanyaan, mengapakah para penerbit tidak lagi berkeinginan untuk melanjutkan program tesebut, yang ternyata memang sangat bermanfaat?

Monday, August 07, 2006

Selamat Untuk Lukminto Wibowo

Bila dua hati saling menyinta,
Dan ketika keinginan berbuah nyata
Oleh karunia Allah yang Maha baik
Senyum pun menghias bibir,
Dada terasa lapang…

Dan

Dua insan manusia
Terikat lahir dan bathin
Melipat tangan, lalu
Memanjat doa kepada-Nya,

“ Tuhan, terima kasih, Engkau telah mengaruniakan kami seorang bayi perempuan, yang kami beri nama :

Rainavelda Rajafathi Wibowo
.Kami berharap anak ini, kelak menjadi terang dalam keluarga, masyarakat dan bangsa, dan terutama bagi-Mu.”

***
Yayasan Loper Indonesia,
mengucapkan
selamat berbahagia kepada Lukminto Wibowo dan Isteri
(Branch Sirculiation Manager Kompas Sirda Timur)
atas kelahiran puteri Anda
Rainavelda Rajafathi Wibowo



Laris Naibaho
Ketua Umum

Dicky E A
Sekretaris

Jafar Irham : Kiat Menumbuhkan Loyalitas Karyawan


Jakarta, 7 Agustus 2006

Jafar,

Sore ini, saya mengikuti sebuah rapat. Diundang mendadak. Aku ikut di sana, kendati tidak masuk dalam bagian apa pun di perusahaan tersebut, kecuali simpatisan.

Kusebut simpatisan, karena memang aku sangat bersimpati dengan ide-ide dari founding father's majalah tersebut, yang kusebut saja sangat brilian.

Tapi memang, secanggih apa pun ide, jika tidak dikerjakan dengan tepat oleh orang orang yang tepat pula, maka apa yang terjadi?

Majalah ini, ibarat hidup segan, mati tidak mau. Tapi masih tetap ingin hidup dengan harapan-harapan besar, kendati di masa sulit dan maraknya berbagai macam media yang mamadati pasar, harapan itu tampaknya "sulit" .Sebab, apalah artinya semangat tanpa analisa yang pas?

Jafar,

Tahukah kau, betapa hatiku gundah sepulang dari sana?

Dalam perjalanan pulang ke kantorku, terbayang wajah-wajah kuyu tanpa semangat para personal yang ikut rapat. Tak jelas bagiku, apakah wajah seperti itu bisa saya jadikan indikator, bahwa memang mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang ada di sana. Yang pasti, hatiku begitu nelangsa melihat mereka, kecuali yang memimpin rapat tentunya.

Jafar Irham,

Pernah engkau bilang padaku, bahwa semangat dalam hidup merupakan modal terbesar untuk menciptakan sesuatu dan mengerjakan sesuatu. Tapi ah, rasanya aku terlalu percaya, "otak memang ada di kepala, tapi sumber ketenangan otak ada di perut." Karena bagaimana mungkin seseorang jernih berpikir, jika perut pun keroncongan? Yakob Oetama pernah mengatakan padaku, bahwa untuk bisa membangun sebuah usaha, agar para karyawan loyal, "Pay them well". Ini memang sangat relatif. Sangat relatif. Dan jika satu saat kita bertemu, saya mengira ada juga baiknya ini kita diskusikan, karena kutahu kapasitasmu yang sangat bisa menulis sebuah buku, " Kiat menumbuhkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan".

Jafar Irham,

Terima kasih, atas kesediaanmu membaca surat ini.

Gbu

Laris Naibaho

Saturday, August 05, 2006

Teka - Teki

Teka-Teki

Bram : “Sahala, Loper manakah yang paling sial di dunia?”

Sahala : “ Loper yang jatuh dari sepeda karena disenggol bajaj, Udah dibentak-bentak si sopir bajaj dan dituduh teledor, serta disuruh cepat-cepat pergi. Si Loper tersebut sesampai di langganan didamprat habis-habisan oleh pelanggan, karena merasa si loper telat mengantar dan diangka kurang serius me-loper. Pulang-pulang, isterinya ngomel karena dianggap telat pulang, dan sesaat kemudian Pak RT datang marah-marah karena dianggap tidak mau bayar yuran sampah. Udah gitu, sorenya sesampai di agen, langsung dipecat, karena terlalu banyak langganan yang komplain. Sampai di rumah karena wajah sedih, sang isteri langsung minta cerai talak tiga.”

Bram : “Sudah ah, nggak masuk akal!”

Sahala : “ Makanya, sukseskan dong Loper Fun Run”

Berdoalah Zulkifli

j

Inang di Penyabungan sana, mungkin juga mengharap dunia ini menjadi milikmu. Dia akan bangga, bila itu terjadi. Tapi aku yakin, kebanggaannya yang tidak akan luntur, jika anak yang dikasihinya, Zulkifli Lubis, tetap memelihara hatinya, yang bersih dan yang selalu setia untuk menolong orang lain.

Otoritasmu memang tidak sebanding dengan gemuruh hatimu untuk berbuat. Tapi, kau tahukah, apa - apa yang menjadi rencana kita, jangan-jangan karena doamulah maka terkabul. Oleh karena itu, berdoalah dengan khusuk. Pergilah ke kamar, dan tutup pintunya. Sampaikan keinginanmu dalam rangka Loper Fun Run ini kepada Allah, "Ya Allah, dalam kerinduan yang maha, kami ingin berbakti kepada orang - orang yang selama ini telah berkarya untuk industri Pers, Loper. Kami ingin berbagi kebahagiaan, dengan menggelar Loper Fun Run. Berkatilah semua panitia, sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan penuh suka-cita...Amin".

Rosa : Dua hati satu tujuan


Rosa,

Di hatimu aku tahu,
Gemuruh di dadaku dengan jelas kau tahu,

Taumu dan tauku, kita sama sama-sama tau,
dua hati, satu tujuan...

Kita ingin membangkitkan hati yang papa;
yang papa harta
yang papa hiburan,
dan yang papa perhatian,

Dan untuk itu, kita gelar Konser Akar Rumput. Dan wooo publikasi hebat mensosialisasikan nama loper berhasil. Nama Loper pun sudah melekat di benak masyarakat, walau untuk itu, kita harus "didamprat" karena rugi. Yah, rugi walau bukan karena salah kita. Alam tidak bersahabat kala itu untuk sebuah pertunjukan besar.

Tapi kita pantang menyerah. Ada tangan ajaib yang selalu mendorong kita untuk berbuat dan berbuat, maka tegarlah...

Biarkan manusia lain bilang apa...
biarkan caci maki mendarat di kepala kita,
dan biarkan mereka yang tidak mengerti dan yang tidak tau menghujamkan kata-kata yang tidak senonoh pada kita...

Percayalah, semua yang kita kerjakan tertulis dan terekam di rumah Allah,

Dan, karena itu, senyumlah...
singsingkan lenganmu, mari t'ruskan pengabdian
Loper Fun Run, dalam rangka Loper's Day ke-2, Senin 21 Agustus 2006 sudah dekat. Tugasmu untuk seorang wanita memang berat. Tapi, semua itu akan terasa ringan, jika kau lipat tanganmu dan berdoa, "Tuhan, besemayamlah dalam dadaku...!"

Aku tahu,
Engkau adalah wanita yang tegar, karena itu aku percaya, dirimu mampu mengerjakan tugas mulia ini.

Dan apalagi sekelompok pria dewasa, yang pantang menyerah ada di belakangmu:

Ali Sadikin,
Jafar Irham,
Dedik Supardiono,
Zulkifli Lubis,
Sugeng Hari Santoso,
Chamdani,
Dipadilaga,
Arnold Hutapea
Dicky EA,
Dadang Santoso,

Dan percayalah mereka-mereka yang tidak saya sebutkan namanya pun di sini, mengharap acara nanti akan sukses, dan semua itu tertuju padamu. Majulah Rosa...Demi loper.Gbu.
***
Nama : Rosa
Status : Menikah, 1 anak
Suami : Laki-laki, dan orang baik-baik yang setia mengantar Rosa ke mana-mana
Pekerjaan : Kasi Promosi Media Indonesia
Tugas di Loper' Day 2006 : Seksi Acara

Wednesday, August 02, 2006

Manajemen Baru Majalah Bona Ni Pinasa



Masih ada Bona Ni Pinasa. Masih terbit. Dan masih setia mengunjungi pembacanya. Awaknya memang berganti. Ini sesuai dengan tuntutan zaman. Pun isinya menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

Manajemen baru Bona Ni Pinasa, mencoba menghadirkan majalah ini untuk halak Hita yang ada di rantau, yang tentu saja maksudnya, agar Orang yang merantau masih tetap mengingat atau mengenang tanah kelahirannya Tapanuli atau Sumatera Utara.

Dengan disain baru, dan penulisan bergaya kekinian menjadikan BONA NI PINASA ini cukup menarik. Pengelolanya mungkin saja berpikir bahwa segmen halak Hita yang disasar adalah kalangan atas, baik karena penghasilan maupun tingkat intelektualnya. Maka cara memasarkan majalah ini pun dikemas dengan cara – cara yang cukup menarik, yaitu dengan menelpon langsung halak Hita yang datanya diperoleh dari bank tertentu. Dan jangan – jangan inilah yang disebut : Menembus Pasar Yang Sulit oleh penulis buku Menembus Pasar Yang Sulit, Virgo Sinaga.

Anda ingin berlangganan atau menjadi distributornya?

Resensi Buku Karya VIRGO SINAGA


Dari judulnya, "Berpikir Cerdas, Bertindak Cekatan". kendati isi yang dibahas ditujukan kepada karyawannya di Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) namun masih pas untuk dibaca siapa pun, yang memilliki karyawan atau anak buah.

Buku, yang sebutlah sebagai panduan untuk menyemangati para karyawan baik untuk meningkatkan omzet, maupun agar di dalam setiap bertindak memiliki moral yang luhur, yang dalam kata sehari-hari dimaknai sebagai harus memiliki kejujuran terasa terlalu tipis, karena sebenarnya para penikmat manajemen, memerlukan buku-buku menajemen yang lebih dalam, lebih luas dan yang harus ditulis oleh para praktisi seperti yang ditulis oleh Virgo Sinaga ini.

Virgo Sinaga yang lahir di Sibolga 16 April 1953 ini memang terobsesi untuk menulis buku-buku manajemen, khususnya yang berkaitan dengan Asuransi. Sebelumnya dia sudah menulis buku yang cukup laris di pasar karena judulnya sangat merangsang orang untuk membeli dan ingin tahu isinya, : "Menembus Pasar Yang Sulit".

Anda ingin mendapatkan buku "Berpikir Cerdas, Bertindak Cekatan ini"?

Kontak Asuransi Bumi Asih Jaya : 2800700-Silfy, atau Marudut Sitanggang

Direktur Utama Bumi Asih Jaya, Virgo Sinaga : Akan Hadir di Loper Fun Run


“Benar, Bu. Loper’s Day 21 Agustus 2006 ini adalah yang kedua”.

“Ah, perasaaan saya Loper’s Day yang pertama itu tahun 2004. Saya sempat tanya, apakah Loper’s Day hanya sekali?”, tanyamu.

“Tidak Bu. Pokoknya Loper’s Day akan kita laksanakan setiap tahun. Cuma hari dan tanggalnya, sangat tergantung pada hari libur nasional, dan kebaikan para sponsor.”

“Jadi, apa yang bisa Bumi Asih Jaya lakukan?”

“Banyak, Bu! Bumi Asih Jaya bagi kami adalah sejarah. Kami tidak akan lupa pada Loper’ Day yang pertama di mana BAJ lah yang memberi makan dan minum para loper tercinta.”

“Ah, kami ini hanya jembatan. Tuhanlah yang menyediakan itu semua.”

“Benar, tapi tanpa kebaikan hati Ibu, hal tersebut tidak mungkin terwujud,”ujarku

“Ya, ya. T’rus, untuk Loper Fun Run ini masihkah kami diberi kesempatan?”

“Pasti, Bu. Sangat terbuka. Dan hehehe, sebenarnya sih, saya ingin BAJ tetap menjadi sponsor. Misalnya barter premilah, Bu.”

“Bisa begitu?”

“Sangat bisa. Karena memang itulah harapan banyak orang atau loper, karena YLI belum punya uang untuk melanjutkan premi yang lalu.”

“Hehehe, pak Laris bisa aja. Akan saya pikirkan beberapa jam lagi. Dan saya akan tugaskan Direktur Pemasaran, Ir.Sahertian, MM untuk mem-flow up. Bisa besok?”

“Aduh, sangat bisa, Bu. Tapi, tunggu sebentar, aku mengusap air mataku, yang hampir meleleh karena terharu.”

“Oke. Tapi jangan terlalu deras. Kendati hanya air mata, tapi satu saat mungkin perlu digunakan. Dan karena itu jangan keluarkan semua…!”

“Ya, Bu. Akan kutahan, sampai 21 Agustus 2006 nanti. Ibu harus datang diacara itu. Supaya Loper senang.”

“Saya usahakan.”

Lalu kita pun berpisah. Di dadaku bergemuruh suara ingin mengucapkan terima kasih. Tapi tanpa kusampaikan pun, engkau tahu hatiku. Gbu.

Tuesday, August 01, 2006

Arif Thamrin Liput, dong!

Senyum loper adalah senyumku. Itu dulu katamu.
Sampai sekarang pun, aku percaya itu, kendati hari-harimu kini sibuk sebagai Marketing Manager di Metro TV.

Banyak insan yang "Bersekolah" di sirkulasi dan menjadi "Seseorang" di luar sirkulasi. Lalu lupa. Tapi dirimu, ketika kita jumpa satu saat di studio Metro TV, engkau menyapa kami dengan lembut. Dan tidak lupa bertanya. "Bagaimana perkembangan oplah media kami, Bung?" tanyamu.

Kami yang mendengar tersenyum. Senyum saja. Sebab, hanya 0 koma sekian persen dari agen-agenmu yang bisa berhahahihi saat ini. Maklum sejak krismon, pembaca belum lagi pulih, bahkan cenderung merosot. Saat ini yang bersaing bukan hanya sesama media cetak. Tapi media cetak bersaing hebat dengan media elektronik, radio, internet, tv dan handphone. Makanya, tidak lagi seperti dulu di mana sirkulasi sering mengajak makan siang, dinner dan sebagainya. Saat ini, hehehe, semua dihitung...dihitung dan dihitung lagi, sampai-sampai yang menghitung tidak sempat lagi menyapa agen.

Maka ini maka, didera oleh keadaan itu, kami mengadakan Loper's Day 2006 dengan Loper Fun Run. Kusampaikan ini padamu, agar hadirlah. Bukan hanya hadir, tetapi acara ini, sepertinya sangat diharapkan diliput oleh Metro TV. Biar agen senang. Biar Loper gembira. Dan sekali lagi, hehehe, siapa tahu, para loper akan t'rus mengenangmu,bukan mengenanga dalam arti apa-apa. tapi mengenang dukunganmu yang tidak pernah luntur...( Horasma da!)