Anak Yang Kukasihi

Anak Yang Kukasihi
Obamaputralaris

Saturday, August 19, 2006

Ada Kaos di YLI

Demi Loper, dua gadis cantik dan pria gagah ini, turun sendiri untuk memindahkan kaos yang baru tiba dari Bandung, sore 19 Agustus 2006. "Saya seneng, dan akan selalu seneng jika diminta untuk membantu acara-acara yang berkaitan denan Loper." ujar Marintan Malau.

Sujiyanto dan Ari yang kendati keringat mengucur di sebidang tubuh, tampak menikmati apa yang mereka Lakukan. " Apa yang saya lakukan ini merupakan bakti saya kepada rekan-rekan saya sesama Loper," ujar Sujiyanto, yang sudah 20 tahun menjadi Loper di Friendship Services. Sedangkan Ari, gadis cantik yang tampak wajahnya mirip Mayang Sari mengaku baru pertama kali itu dia melakukan pekerjaan yang kayak buruh di pelabuhan Tanjung Priok ini. "Tapi saya senang. Ndak perlu ikut fitness," katanya sambil tersenyum. Bentuk senyum yang sangat disukai oleh Zulkifli Lubis.

Friday, August 18, 2006

Klipping : Berita Kota

YLI Gelar'Loper's Day 2006'

JAKARTA, BK

Untuk kedua kalinya Yayasan Loper Indonesia (YLI) menggelar acara bertajuk Loper's Day 2006. Sekitar 13.000 loper koran akan mengikuti lari santai di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senin (21/8) mendatang.

Ketua YLI Laris Naibaho, Selasa (15/8) mengatakan, kegiatan ter­sebut sebagai langkah kebersa­maan bagi para loper di Jakarta yang menjadi ujung tombak per­usahaan media cetak. "Tanpa lo­per berbagai informasi tidak mungkin sampai di tangan masyarakat dengan cepat," katanya.

Sementara menurut ketua pe­laksana Dedik Supardiono, acara akan dihadiri Menteri Komunikasi dan Informasi, Gubernur DKI Jakarta, para walikota, duta besar, an;­gota DPR, Ketua Umum KONI, para artis ibukota, aktivis HAM, pe­mimpin media cetak, dan para agen di Jakarta. Sedangkan untuk me­rangsang para loper yang jumlah­nya mencapai 13.000 orang, panitia akan memberikan souvenir berupa kaos, topi, makan siang, dan uang transport Rp20.000/orang.
Selain itu ada juga door prize me­narik berupa sepeda motor, televisi, sepeda, dan hadiah lainnya. "Dana yang dibutuhkan untuk acara ini mencapai Rpl,3 miliar. Kami akan mengemas acara ini seprofesional mungkin, hingga membuat para loper merasa nyaman saat mengikuti cara tersebut," ujarnya.

Dia brharap acara tersebut dapat menghibur para loper. Se­lain itu, dapat memacu mereka bekerja lebih keras dan bertang­gung jawab melayani para pem­baca media cetak. Soal kiprah YLI, Dedik menjelaskan, salah satu ci­ta-cita yayasan adalah mengang­kat harkat dan martabat loper agar lebih baik dalam melaksana­kan tugas-tugasnya.

Sementara Ketua KONI Agum Gumelar menuturkan, dirinya sa­ngat mendukung terselenggara­nya acara tersebut. Pasalnya de­ngan acara itu secara tidak lang­sung selain menghibur juga dapat membina fisik para loper untuk tetap bugar dalam menjalankan tugas. (BERITA KOTA, RABU, 16 AGUSTUS 2006
oan

Thursday, August 17, 2006

Klipping Suara Karya

Lari Gembira Loper Koran

Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar dan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso akan bergabung dengan sekitar 13.000 loper koran melakukan lari gembira (Fun Run) , yang akan dilaksanakan, 21 Agustus mendatang dengan start di Plaza barat Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Ketua panitia Fun Run, Ir. Dedik Supardiono menyampaikan, kegiatan tersebut dalam rangka memperingati “loper’s Day” yang untuk kedua kalinya dilaksanakan. Tahun 2005 lalu, peserta yang mengikuti lomba lari gembira ini tercatat 9.000 orang.SUARA KARYA (Halaman8) Rabu, 16 Agustus 2006 (Ant)

Kliping : KOMPAS

"Fun Run" 10.000 Loper Jabodetabek

Sebanyak 10.0001oper media cetak dari sekitar Jakarta-Bo­gor-Depok-Tangerang-Bekasi akan mengikuti fun run yang dilaksanakan sehubungan dengan Lopers Day 2006, 21 Agus­tus. "Selain 10.000 loper, kami juga menyiapkan 3.000 tem­pat bagi loper yang belum terdaftar maupun peserta umum. Rutenya dari Plaza Barat Stadion Senayan terus ke Plaza Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Hotel Hilton, TVRI, dan berakhir di Plaza Barat Stadion Senayan lagi," papar Ketua Umum KONI Agum Gumelar, Selasa (15/8). Khusus untuk para loper, ujar Ketua Pelaksana Dedik Supardiono, akan diberikan uang transpor per orang sebesar Rp 20.000. (NIC)
***
KOMPAS, RABU, 16 AGUSTUS 2006 30

Wednesday, August 16, 2006

Klipping : TopSkore

Agum Ikut Lari Gembira bersama 13 Ribu Loper Koran
­
JAKARTA -- Lopers Day! Apa itu? Itu bukan hari cinta, teta,pi perayaan hari penjaja koran sedunia yang akan diperingati dengan gelaran olahraga lari santai. Ketua Umum KONI Pu­sat Agum Gumelar akan bergabung dengan 13 ribu loper koran di Jakarta pada 21 Agustus mendatang.

Lari santai ini mengambil jarak sejauh lebih kurang empat kilo me­ter. Star dan finish akan dilakukan di Plaza Barat Stadion Gelora Bung Karno. "Saya menyambut gembira kegiatan ini" Agum menjelaskan sa­at menerima panitia lomba kemarin di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Selain Agum, turut pula dalam ke­giatan yang sudah berjalan dua tahun ini adalah Gubemur DKI Jakarta Su­tiyoso, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil dan se­jumlah duta besar negara sahabat serta pimpinan media cetak di Jakarta.

Para peserta tidak dipungut biaya, malah akan diberikan uang saku Rp 20 ribu rupiah, topi dan kaus. "Ya ka­pan lagi membahagiakan loper," La­ris Naibaho salah seorang panitia menjelaskan.
Selain mendapat nasi kotak, pe­serta juga akan mendapat door prize berupa sepeda motor, televisi, sepe­da, dan sejumlah hadiah lainnya yang merupakan sumbangan dari pe­nerbit di Jakarta. "Tak lupa ada artis KDI II," tambah Agum.

Diharapkan dengan adanya lom­ba lari gembira bagi para loper koran di wilayah Jabotabek ini dapat me­numbuhkan motivasi kerja dan seka­ligus membantu menyebarkan infor­masi yang lebih luas lagi. "Jadikan momentum ini sebagai pembangkit semangat kerja dan kebersamaan," Agum menjelaskan lagi. "Mengapa lari gembira? Konon hanya orang­orang yang gembira saja yang mam­pu meraih sukses."

Gelaran Lopers Day 2006 senga­ja mengambil tanggal 21 karena bertepatan dengan hari libur nasion­al. Dengan begitu, para loper mampu ambil bagian karena sebagian besar koran tidak terbit. Lantas berapakah dana untuk menggembirakan para loper itu? Ketua Pelaksana Lopers Day, Dedik Supardiono menjelaskan acara ini setidaknya dihabiskan seki­tar Rp 1,3 miliar. *lal

Klipping : Republika

YLI akan Gelar Loper's Fun Run

JAKARTA - Yayasan Loper Indonesia (YLI) kembali menggelar Loper's Day 2006. Acara yang akan digelar pada 21 Agustus mendatang adalah lomba Loper's Fun Run. Menurut Ketua Pelaksana Loper's Day 2006, Panitia Loper's Day, Dedik Supardiono, acara yang akan digelar di Stadion Senayan, ini akan diikuti 10 ribu loper yang bermukim di Jakarta. Panitia mengambil tema Tiada Berita Tanpa Loper.

"Dengan loper cadangan sebanyak tiga ribu orang. Kegiatan ini murni untuk bergembira di tengah aktivitas padat para loper yang menjajakan korannya," ujar Dedik, Selasa (15/8). Perlombaan ini tidak ada pemenang (prestasi), namun panitia menyedia­kan sejumlah door prize berupa sepeda motor, sepeda, televisi, dan sejumlah hadiah lainnya. Hadir pula sejumlah artis Kontes Dangdut Indonesia II. Ketua Umum KONI, Agum Gumelar, juga menyatakan kesediaan untuk hadir.

"Insya Allah saya hadir untuk memeriahkan acara tersebut," ujar Agum. Secara pribadi, Agum sangat mendukung acara tersebut. Ketua YLI, Laris Naibaho, mengatakan, saat ini jumlah loper di Jakarta sekitar 40 ribu orang.
***
•REPUBLIKA RABU,16 AGUSTUS 2006 ( zak)

Klipping Loper Fun Run : Sinar Harapan


13.000 Pelari Ramaikan "Loper's Day"

Jakarta - Sedikitnya 10.000 pengantar media cetak (loper) yang bermukim di Jakarta bakal meramaikan lari santai dalam acara "Loper's Day 2006", Senin (21/8). Sekitar 3.000 peserta lainnya disediakan untuk peserta umum. Acara yang digelar oleh Yayasan Loper Indonesia (YLI) dan didukung beberapa media nasional ini bertujuan untuk kebersamaan sesama loper sekaligus mempererat tali persahabatan sesama mereka, dan masyarakat.

"Lari santai ini dipungut biaya, bagi anggota YLI mendap­atkan kostum, konsumsi dan uang transport. Semua ini untuk kebersamaan sesama loper," ujar Ketua Panpel, Dedik Supardiono kepada wartawan, Selasa (15/8). la menambahkan, acara ini sebagai kelanjutan dari Loper's Day tahun lalu di Istora Senayan yang sangat sukses, walau mengadakan kegiatan di dalam ruang (indoor). Untuk itu, di tahun ini akan lebih ditingkatkan dalam hal jumlah peserta dan kegiatannya, melalui kegiatan luar ruang ini. Rute yang di lalui sekitar Senayan, yakni start dan finis di Plasa Barat Stadion Senayan.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua YLI Laris Naibaho mengatakan, dengan adanya Loper's Day ini diharapkan masyarakat tahu kalau keberadaan profesi loper koran punya organisasi dan kegiatan yang positif. "Loper adalah ujung tombak industri pers. Untuk itulah keberadaan mereka perlu diperhatikan dan dibina dengan baik," ujar Laris. Ia menambahkan, YLI memiliki cita-cita untuk menaungi kehidupan para loper, terutama masalah kesehatan dan harkat serta martabat mereka.(ray)
***
SINAR HARAPAN,RABU, 16 Agustus 2006 (halaman 14)

Tuesday, August 15, 2006

Konperensi Pers Dengan Agum Gumelar


Konperensi Pers Loper’s Fun Run dalam rangka Loper’s Day yang diadakan di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Selasa, 15 Agustus 2006 yang dihadiri oleh Agum Gumelar sebagai Ketua KONI berlangsung dengan balutan senyum dan tawa.

Kedekatan Agum Gumelar dan Wartawan selama ini, mewarnai situasi. Hal ini tampak dari pola pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan yang umumnya diwarnai dengan lelucon. Agum pun menjawab dengan senyum karena dia tahu, bahwa acara Loper Fun Run yang dia sendiri menjadi Penasehatnya dilaksanakan untuk para para Loper yang notabene adalah penjual produk para wartawan. “Jangan dikaitkan ke mana-mana. SAya memang sangat ingin memberi kebahagiaan kepada loper. Dan tahun depan kita buat yang lebih meriah lagi. Misalnya dengan Loper Fun Bike,” ujarnya sambil tersenyum, yang dibalas oleh para wartawan dan agen, serta penerbit yang hadir.

Ketua Umum YLI Laris Naibaho, menjelaskan pertemuannya dengan Agum Gumelar sebagai satu karunia. Karena, seoarang Agum Gumelar yang selama ini sudah menjadi public figure sangat antusias, bahkan mendorong langsung panitya agar membuat yang terbaik untuk Loper. “SAya tidak menyangka, dan bulu kuduk saya berdiri, hampir tak percaya, kalau Pak Agum Gumelar langsung mendukung. Ini pertanda baik, bahwa Loper akan menjadi sesuatu di masa yang akan datang,” Ujar Laris Naibaho.
Loper Fun Run yang mengundang lebih 10.000 Loper ini, adalah yang pertama untuk acara sejenis. Para Loper akan mendapat, kaos, topi, makanan, transpor dan doorprize, motor, tv, handphone, dan ratusan hadiah lainya.

Salah seorang yang hadir, Tarjo, menyebutkan, bahwa acara ini sungguh luar biasa, karena pasti akan mengangkat harkat Loper baik langsung maupun tidak langsung. “ Ini ide yang luar biasa, dan perlu didukung,” ujar mantan Pemimpin Redaksi Sriwijaya Pos ini.

Monday, August 14, 2006

Tim Sukses Loper's Fun Run


Memang ruaar biasa bah, si Dedik Supardiono ini dalam mengerahkan seluruh awak sirkulasi Republika untuk menyukseskan Loper's Day yang ke-2 ini. Sukses untuk Bung, dan kawan-kawan. Hidup loper!Hidup Loper! Jayalah penerbit.

Darkiman Oh, Darkiman

""Dari mana awal dan akhir di Loper's Fun Run?"

"Tanyalah Darkiman."

"Siapa Darkiman?"

"ME Republika."

"Mengapa harus ke dia?"

"Dialah yang ditunjuk oleh Ketua Pelaksana Loper's Fun Run, Dedik Supardiono, yang mengurusi rute yang akan dilalui peserta Loper's Fun Run, Senin, 21 Agustus 2006 ini."

"Mengapa harus dia?"

"Dalam pandangan Dedik, dia ini selain berpengalaman di bidang olah raga, pun selama ini menunjukkan tanggungjawab, setiap kali diberi tugas."

"Darkiman Oh, Darkiman."

Saturday, August 12, 2006

Jumpa CEO KELOMPOK KOMPAS GRAMEDIA AGUNG ADI PRASETYO

Kita jumpa lagi, di saat dirimu sangat sibuk dan diriku penuh dengan fantasi.
Dan kita pun bercengkerama dengan pikiran-pikiran orang bijak bestari, termasuk Raja Salomo yang mashyur dengan Amsalnya.

Engkau bilang, kendati diriku banyak mengecam dirimu, tetapi engkau tegaskan hal itulah yang sesungguhnya engkau butuhkan. “Aku tidak suka dengan manusia penjilat, dan apalagi yang munafik. Saya tidak dapat apa-apa dari orang seperti itu,” ujarmu.



Lalu kita bahas sejenak apa yang tertulis di dalam Amsal 9 ayat 8 :

“Janganlah mengecam seorang pencemooh supaya engkau
jangan dibencinya. Kecamlah orang bijak, maka kau akan
dikasihinya.”



Kemudian diotak kita mengalir ayat-ayat lain :
"Bibir orang benar menggembalakan banyak
orang, tetapi orang bodoh mati karena
kurang akal-budi.”

Aku terperangah dengan ayat ini. Kemudia,aku mencoba menenangkan hati, kalau begitu, aku tidak perlu harus ragu-ragu menemuimu di hari yang akan datang, kendati bibir acap kali membuat dahimu berkerut.

Kalimat demi kalimat kita bahas, dan kecuali senyum, banyak juga hal-hal yang membuat hati kita tidak tenteram. Tapi, seperti kita simpulkan, biarlah semua mengalir mengikuti waktu, seperti halnya waktu yang sudah kita jalani. Kita sudah berkawan 20 tahun lebih, ketika wajah kita masih imut-imut dan masih pantas jadi coverboy untuk majalah.

Kini usia kita mendekati 50, dan pikiran kita dibalut oleh satu pandangan yang sama. “ Kalau kita bisa berbuat mengapa harus menolak?”

Maka kita pun menyetir ayat lain di dalam Amsal 22 ayat 9 yang bunyinya :

“Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.”

Dan Amsal 28 ayat 27 :


“Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.”

Ah, terlalu banyak yang ingin kutuangkan di sini, untuk menggambarkan pertemuan kita yang teramat indah. Lebih indah lagi, setelah kujelaskan tentang Loper’s Day, Senin 21 Agustus 2006 yang dirimu sudah minta izin tidak hadir, karena mengemban tugas ke luar kota. Tidak apa-apa, Agung Adi Prasetyo.

Tetapi kendati Engkau tidak hadir, para Loper tercinta pastilah berbahagia, karena dirimu secara spontan menyediakan transport, pun menugasi seluruh staf sirkulasi untuk menyukseskan Loper’s Fun Run ini. Dan, yang tidak bisa kulupakan, ketika kulihat dirimu menghapus titik air di pipimu sebelah kanan, karena terharu biru dengan acara ini. “Majulah t’rus, Tuhan memberkati,”ujarmu pelan. Gbu. Agung.

Ruhut Sitompul, SH : Saya sangat bersimpati kepada Loper



“Call saya, jika ada yang mengganggu Loper saat menjalankan tugasnya,” pinta Ruhut Sitompul, SH, saat kepadanya diberitahu kejadian yang lalu, tentang ulah oknum Tramtib,yang sampai menelanjangi Loper, yang ditangkap saat menjajakan media cetak di perempatan lampu lalulintas.

Ruhut Sitompul, SH, pengacara kondang yang juga seorang artis, yang tampak begitu garang saat mengadvokasi kliennya, ternyata adalah seorang pria ramah, lembut, dan hehehe, pantas saja banyak wanita yang simpati dan ingin dekat dengannya. “Loper itu bukan pengemis atau anak jalanan. Mereka murni cari makan. Jadi untuk apa memperlakukan mereka dengan kasar?” ujarnya tegas. “Dan karena itu, mudah-mudahan, 21 Agustus 2006 di Loper’s Day ini saya tidak keluar Jakarta agar bisa hadir,” tambahnya.

Loper’s Day yang akan digelar, Senin, 21 Agustus 2006 mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan non pers, termasuk Ruhut Sitompul, SH. Dan ini seharusnya dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha pers, untuk menciptakan pasar yang lebih luas dengan mengajak para pencari kerja untuk menjadi loper, karena dari pengakuan agen-agen media cetak, saat ini agak kesulitan untuk mencari loper.

Ruhut sendiri mengemukakan, Loper itu di benaknya, adalah seorang insan pekerja keras, dan memiliki kejujuran. "Saya pernah jadi Loper. Jadi saya taulah kehidupan loper meski tidak seutuh yang Anda tau. Dan karena itulah, saya siap mengadvokasi secara free, jika ada sesuatu yang menyangkut kehidupan loper," ujarnya sambil terseyum kepada Laris Naibaho dan Dicky EA, yang diundangnya secara khusus ke Le Meridian Hotel, Jumat, 11 Agustus 2006, pukul 21.00.

Betapa bahagianya Loper Indonesia, kalau sungguh-sungguh kau hadir Ruhut.

Wednesday, August 09, 2006

Agen di Mata Manajer Iklan Warta Kota




Anggapan bahwa agen media cetak hanya sebatas menjual prdouknya, ditepis langsung oleh Manager Iklan Warta Kota, Christina MS Indiarti. “ Itu kalau jika orang tersebut masih berpikir “zadul” alias zaman dulu, alias “telmi” atau telat mikir,” ujarnya dalam diskusi singkat Torsa Advertising, Jalan Barkah No.49 Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2006.

Dalam diskusi singkat tersebut, dia menyatakan, para agen media cetak sebetulnya secara tidak lansgsung adalah juga agen iklan, dan hal-hal lain yang menyangkut pemasaran medianya. “ Jadi bagi kami, seluruh agen Warta Kota adalah juga agen iklan. Maka, dalam waktu yang tidak terlalu lam lagi, kami akan mensosialisasikannya, karena menurut hemat kami, para agen ini sangat mempu untuk memasarkan dan mencari iklan.”

Untuk hal tersebut, Christina MS Indiarti yang akrab dipanggil Titin ini, sedang mengemas sebuah sistem yang tujuannya mempermudah para agen untuk mengirim iklan; apakah itu iklan kolom, dan terutama untuk iklan baris, sehingga pengiriman dapat dilakukan seketika dan tidak lagi dibatasi oleh jarak antara penerbit dengan Agen. “ Mudah-mudahan system ini sudah go live di bulan Oktober 2006 ini, dan ini merupakan obsesi kami, agar hubungan dengan para agen menjadi lebih akrab,” ujarnya, dengan wajah penuh harap, bahwa tidak ada hambatan apa pun agar program ini dapat diluncurkan sesuai waktu.

Diskusi yang juga dihadiri oleh Kasi Torsa Advertising, Marintan Malau, Dikcy EA, Arnold Hutapea, menyepakati, diskusi akan dilanjutkan awal September 2006. Pada lanjutan diskusi nanti, diharapkan system yang sedang dikemas tersebut sudah dapat diuji kehandalannya

Beasiswa Kompas


Buah-Buah Perbuatan

Sabtu, 18 Oktober 1997, Kompas, memberikan beasiswa kepada ratusan Loper di Balai Sidang, Senayan.

Tidak tanggung-tanggung, saat itu salah seorang Menteri, dan keluarga Cendana ikut menyaksikan acara tersebut.

Tidak hanya Loper penerima beasiswa yang gembira. Masyarakat pun terkagum-kagum. Sebab, diyakini, hanya dengan pendidikan yang baiklah negeri ini bisa bersaing dengan negeri lain.

Dua penerima beasiswa ini; Wolfgang Sigogo Semandros kini kuliah di Fakultas Filsafat UI, dan Hubert Aria Ximenes Famosando, kini kelas tiga di SMA Gonzaga, menikmati beasiswa tersebut, dan ternyata memang sangat berguna.

Kini, ada pertanyaan, mengapakah para penerbit tidak lagi berkeinginan untuk melanjutkan program tesebut, yang ternyata memang sangat bermanfaat?

Monday, August 07, 2006

Selamat Untuk Lukminto Wibowo

Bila dua hati saling menyinta,
Dan ketika keinginan berbuah nyata
Oleh karunia Allah yang Maha baik
Senyum pun menghias bibir,
Dada terasa lapang…

Dan

Dua insan manusia
Terikat lahir dan bathin
Melipat tangan, lalu
Memanjat doa kepada-Nya,

“ Tuhan, terima kasih, Engkau telah mengaruniakan kami seorang bayi perempuan, yang kami beri nama :

Rainavelda Rajafathi Wibowo
.Kami berharap anak ini, kelak menjadi terang dalam keluarga, masyarakat dan bangsa, dan terutama bagi-Mu.”

***
Yayasan Loper Indonesia,
mengucapkan
selamat berbahagia kepada Lukminto Wibowo dan Isteri
(Branch Sirculiation Manager Kompas Sirda Timur)
atas kelahiran puteri Anda
Rainavelda Rajafathi Wibowo



Laris Naibaho
Ketua Umum

Dicky E A
Sekretaris

Jafar Irham : Kiat Menumbuhkan Loyalitas Karyawan


Jakarta, 7 Agustus 2006

Jafar,

Sore ini, saya mengikuti sebuah rapat. Diundang mendadak. Aku ikut di sana, kendati tidak masuk dalam bagian apa pun di perusahaan tersebut, kecuali simpatisan.

Kusebut simpatisan, karena memang aku sangat bersimpati dengan ide-ide dari founding father's majalah tersebut, yang kusebut saja sangat brilian.

Tapi memang, secanggih apa pun ide, jika tidak dikerjakan dengan tepat oleh orang orang yang tepat pula, maka apa yang terjadi?

Majalah ini, ibarat hidup segan, mati tidak mau. Tapi masih tetap ingin hidup dengan harapan-harapan besar, kendati di masa sulit dan maraknya berbagai macam media yang mamadati pasar, harapan itu tampaknya "sulit" .Sebab, apalah artinya semangat tanpa analisa yang pas?

Jafar,

Tahukah kau, betapa hatiku gundah sepulang dari sana?

Dalam perjalanan pulang ke kantorku, terbayang wajah-wajah kuyu tanpa semangat para personal yang ikut rapat. Tak jelas bagiku, apakah wajah seperti itu bisa saya jadikan indikator, bahwa memang mereka tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang ada di sana. Yang pasti, hatiku begitu nelangsa melihat mereka, kecuali yang memimpin rapat tentunya.

Jafar Irham,

Pernah engkau bilang padaku, bahwa semangat dalam hidup merupakan modal terbesar untuk menciptakan sesuatu dan mengerjakan sesuatu. Tapi ah, rasanya aku terlalu percaya, "otak memang ada di kepala, tapi sumber ketenangan otak ada di perut." Karena bagaimana mungkin seseorang jernih berpikir, jika perut pun keroncongan? Yakob Oetama pernah mengatakan padaku, bahwa untuk bisa membangun sebuah usaha, agar para karyawan loyal, "Pay them well". Ini memang sangat relatif. Sangat relatif. Dan jika satu saat kita bertemu, saya mengira ada juga baiknya ini kita diskusikan, karena kutahu kapasitasmu yang sangat bisa menulis sebuah buku, " Kiat menumbuhkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan".

Jafar Irham,

Terima kasih, atas kesediaanmu membaca surat ini.

Gbu

Laris Naibaho

Saturday, August 05, 2006

Teka - Teki

Teka-Teki

Bram : “Sahala, Loper manakah yang paling sial di dunia?”

Sahala : “ Loper yang jatuh dari sepeda karena disenggol bajaj, Udah dibentak-bentak si sopir bajaj dan dituduh teledor, serta disuruh cepat-cepat pergi. Si Loper tersebut sesampai di langganan didamprat habis-habisan oleh pelanggan, karena merasa si loper telat mengantar dan diangka kurang serius me-loper. Pulang-pulang, isterinya ngomel karena dianggap telat pulang, dan sesaat kemudian Pak RT datang marah-marah karena dianggap tidak mau bayar yuran sampah. Udah gitu, sorenya sesampai di agen, langsung dipecat, karena terlalu banyak langganan yang komplain. Sampai di rumah karena wajah sedih, sang isteri langsung minta cerai talak tiga.”

Bram : “Sudah ah, nggak masuk akal!”

Sahala : “ Makanya, sukseskan dong Loper Fun Run”

Berdoalah Zulkifli

j

Inang di Penyabungan sana, mungkin juga mengharap dunia ini menjadi milikmu. Dia akan bangga, bila itu terjadi. Tapi aku yakin, kebanggaannya yang tidak akan luntur, jika anak yang dikasihinya, Zulkifli Lubis, tetap memelihara hatinya, yang bersih dan yang selalu setia untuk menolong orang lain.

Otoritasmu memang tidak sebanding dengan gemuruh hatimu untuk berbuat. Tapi, kau tahukah, apa - apa yang menjadi rencana kita, jangan-jangan karena doamulah maka terkabul. Oleh karena itu, berdoalah dengan khusuk. Pergilah ke kamar, dan tutup pintunya. Sampaikan keinginanmu dalam rangka Loper Fun Run ini kepada Allah, "Ya Allah, dalam kerinduan yang maha, kami ingin berbakti kepada orang - orang yang selama ini telah berkarya untuk industri Pers, Loper. Kami ingin berbagi kebahagiaan, dengan menggelar Loper Fun Run. Berkatilah semua panitia, sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan penuh suka-cita...Amin".

Rosa : Dua hati satu tujuan


Rosa,

Di hatimu aku tahu,
Gemuruh di dadaku dengan jelas kau tahu,

Taumu dan tauku, kita sama sama-sama tau,
dua hati, satu tujuan...

Kita ingin membangkitkan hati yang papa;
yang papa harta
yang papa hiburan,
dan yang papa perhatian,

Dan untuk itu, kita gelar Konser Akar Rumput. Dan wooo publikasi hebat mensosialisasikan nama loper berhasil. Nama Loper pun sudah melekat di benak masyarakat, walau untuk itu, kita harus "didamprat" karena rugi. Yah, rugi walau bukan karena salah kita. Alam tidak bersahabat kala itu untuk sebuah pertunjukan besar.

Tapi kita pantang menyerah. Ada tangan ajaib yang selalu mendorong kita untuk berbuat dan berbuat, maka tegarlah...

Biarkan manusia lain bilang apa...
biarkan caci maki mendarat di kepala kita,
dan biarkan mereka yang tidak mengerti dan yang tidak tau menghujamkan kata-kata yang tidak senonoh pada kita...

Percayalah, semua yang kita kerjakan tertulis dan terekam di rumah Allah,

Dan, karena itu, senyumlah...
singsingkan lenganmu, mari t'ruskan pengabdian
Loper Fun Run, dalam rangka Loper's Day ke-2, Senin 21 Agustus 2006 sudah dekat. Tugasmu untuk seorang wanita memang berat. Tapi, semua itu akan terasa ringan, jika kau lipat tanganmu dan berdoa, "Tuhan, besemayamlah dalam dadaku...!"

Aku tahu,
Engkau adalah wanita yang tegar, karena itu aku percaya, dirimu mampu mengerjakan tugas mulia ini.

Dan apalagi sekelompok pria dewasa, yang pantang menyerah ada di belakangmu:

Ali Sadikin,
Jafar Irham,
Dedik Supardiono,
Zulkifli Lubis,
Sugeng Hari Santoso,
Chamdani,
Dipadilaga,
Arnold Hutapea
Dicky EA,
Dadang Santoso,

Dan percayalah mereka-mereka yang tidak saya sebutkan namanya pun di sini, mengharap acara nanti akan sukses, dan semua itu tertuju padamu. Majulah Rosa...Demi loper.Gbu.
***
Nama : Rosa
Status : Menikah, 1 anak
Suami : Laki-laki, dan orang baik-baik yang setia mengantar Rosa ke mana-mana
Pekerjaan : Kasi Promosi Media Indonesia
Tugas di Loper' Day 2006 : Seksi Acara

Wednesday, August 02, 2006

Manajemen Baru Majalah Bona Ni Pinasa



Masih ada Bona Ni Pinasa. Masih terbit. Dan masih setia mengunjungi pembacanya. Awaknya memang berganti. Ini sesuai dengan tuntutan zaman. Pun isinya menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

Manajemen baru Bona Ni Pinasa, mencoba menghadirkan majalah ini untuk halak Hita yang ada di rantau, yang tentu saja maksudnya, agar Orang yang merantau masih tetap mengingat atau mengenang tanah kelahirannya Tapanuli atau Sumatera Utara.

Dengan disain baru, dan penulisan bergaya kekinian menjadikan BONA NI PINASA ini cukup menarik. Pengelolanya mungkin saja berpikir bahwa segmen halak Hita yang disasar adalah kalangan atas, baik karena penghasilan maupun tingkat intelektualnya. Maka cara memasarkan majalah ini pun dikemas dengan cara – cara yang cukup menarik, yaitu dengan menelpon langsung halak Hita yang datanya diperoleh dari bank tertentu. Dan jangan – jangan inilah yang disebut : Menembus Pasar Yang Sulit oleh penulis buku Menembus Pasar Yang Sulit, Virgo Sinaga.

Anda ingin berlangganan atau menjadi distributornya?

Resensi Buku Karya VIRGO SINAGA


Dari judulnya, "Berpikir Cerdas, Bertindak Cekatan". kendati isi yang dibahas ditujukan kepada karyawannya di Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) namun masih pas untuk dibaca siapa pun, yang memilliki karyawan atau anak buah.

Buku, yang sebutlah sebagai panduan untuk menyemangati para karyawan baik untuk meningkatkan omzet, maupun agar di dalam setiap bertindak memiliki moral yang luhur, yang dalam kata sehari-hari dimaknai sebagai harus memiliki kejujuran terasa terlalu tipis, karena sebenarnya para penikmat manajemen, memerlukan buku-buku menajemen yang lebih dalam, lebih luas dan yang harus ditulis oleh para praktisi seperti yang ditulis oleh Virgo Sinaga ini.

Virgo Sinaga yang lahir di Sibolga 16 April 1953 ini memang terobsesi untuk menulis buku-buku manajemen, khususnya yang berkaitan dengan Asuransi. Sebelumnya dia sudah menulis buku yang cukup laris di pasar karena judulnya sangat merangsang orang untuk membeli dan ingin tahu isinya, : "Menembus Pasar Yang Sulit".

Anda ingin mendapatkan buku "Berpikir Cerdas, Bertindak Cekatan ini"?

Kontak Asuransi Bumi Asih Jaya : 2800700-Silfy, atau Marudut Sitanggang

Direktur Utama Bumi Asih Jaya, Virgo Sinaga : Akan Hadir di Loper Fun Run


“Benar, Bu. Loper’s Day 21 Agustus 2006 ini adalah yang kedua”.

“Ah, perasaaan saya Loper’s Day yang pertama itu tahun 2004. Saya sempat tanya, apakah Loper’s Day hanya sekali?”, tanyamu.

“Tidak Bu. Pokoknya Loper’s Day akan kita laksanakan setiap tahun. Cuma hari dan tanggalnya, sangat tergantung pada hari libur nasional, dan kebaikan para sponsor.”

“Jadi, apa yang bisa Bumi Asih Jaya lakukan?”

“Banyak, Bu! Bumi Asih Jaya bagi kami adalah sejarah. Kami tidak akan lupa pada Loper’ Day yang pertama di mana BAJ lah yang memberi makan dan minum para loper tercinta.”

“Ah, kami ini hanya jembatan. Tuhanlah yang menyediakan itu semua.”

“Benar, tapi tanpa kebaikan hati Ibu, hal tersebut tidak mungkin terwujud,”ujarku

“Ya, ya. T’rus, untuk Loper Fun Run ini masihkah kami diberi kesempatan?”

“Pasti, Bu. Sangat terbuka. Dan hehehe, sebenarnya sih, saya ingin BAJ tetap menjadi sponsor. Misalnya barter premilah, Bu.”

“Bisa begitu?”

“Sangat bisa. Karena memang itulah harapan banyak orang atau loper, karena YLI belum punya uang untuk melanjutkan premi yang lalu.”

“Hehehe, pak Laris bisa aja. Akan saya pikirkan beberapa jam lagi. Dan saya akan tugaskan Direktur Pemasaran, Ir.Sahertian, MM untuk mem-flow up. Bisa besok?”

“Aduh, sangat bisa, Bu. Tapi, tunggu sebentar, aku mengusap air mataku, yang hampir meleleh karena terharu.”

“Oke. Tapi jangan terlalu deras. Kendati hanya air mata, tapi satu saat mungkin perlu digunakan. Dan karena itu jangan keluarkan semua…!”

“Ya, Bu. Akan kutahan, sampai 21 Agustus 2006 nanti. Ibu harus datang diacara itu. Supaya Loper senang.”

“Saya usahakan.”

Lalu kita pun berpisah. Di dadaku bergemuruh suara ingin mengucapkan terima kasih. Tapi tanpa kusampaikan pun, engkau tahu hatiku. Gbu.

Tuesday, August 01, 2006

Arif Thamrin Liput, dong!

Senyum loper adalah senyumku. Itu dulu katamu.
Sampai sekarang pun, aku percaya itu, kendati hari-harimu kini sibuk sebagai Marketing Manager di Metro TV.

Banyak insan yang "Bersekolah" di sirkulasi dan menjadi "Seseorang" di luar sirkulasi. Lalu lupa. Tapi dirimu, ketika kita jumpa satu saat di studio Metro TV, engkau menyapa kami dengan lembut. Dan tidak lupa bertanya. "Bagaimana perkembangan oplah media kami, Bung?" tanyamu.

Kami yang mendengar tersenyum. Senyum saja. Sebab, hanya 0 koma sekian persen dari agen-agenmu yang bisa berhahahihi saat ini. Maklum sejak krismon, pembaca belum lagi pulih, bahkan cenderung merosot. Saat ini yang bersaing bukan hanya sesama media cetak. Tapi media cetak bersaing hebat dengan media elektronik, radio, internet, tv dan handphone. Makanya, tidak lagi seperti dulu di mana sirkulasi sering mengajak makan siang, dinner dan sebagainya. Saat ini, hehehe, semua dihitung...dihitung dan dihitung lagi, sampai-sampai yang menghitung tidak sempat lagi menyapa agen.

Maka ini maka, didera oleh keadaan itu, kami mengadakan Loper's Day 2006 dengan Loper Fun Run. Kusampaikan ini padamu, agar hadirlah. Bukan hanya hadir, tetapi acara ini, sepertinya sangat diharapkan diliput oleh Metro TV. Biar agen senang. Biar Loper gembira. Dan sekali lagi, hehehe, siapa tahu, para loper akan t'rus mengenangmu,bukan mengenanga dalam arti apa-apa. tapi mengenang dukunganmu yang tidak pernah luntur...( Horasma da!)

Monday, July 31, 2006

Iklan Republika

Terima kasih Republika,
Terima kasih Republika,
TErima kasih REpublika,

Kendati ini adalah pestamu, pesta Lopermu, tapi bagaimana pun, ajakanmu untuk semua penerbit untuk bersama-sama menggelar pesta ini, patut diacungi jempol. Semoga ajakan ini menjadi perekat hati semua insan yang bekarja di industri loper, sehingga kelak, semua bisa tersenyum, menyaksikan senyum loper...

FOSPI MASIH ADA?


Ketika Forum Sirkulasi Pers Indonesia (FOSPI) didirikan, agen dan terutama loper banyak yang menaruh harapan, bahwa oraganisasi ini akan memperhatikan nasib yang belum beruntung.

Apakah saat ini FOSPI masih ada? Siapa pengurusnya, dan apa saja yang mereka kerjakan?

Kalau masih ada, banyak yang menaruh harapan padamu, agen dan tentu para loper. Dan jika sudah tidak ada, paling tidak ada pemberitahuan, sebagaimana dulu dibentuk.

Hidup Sirkulasi Pers Indonesia!

W.Ibnu Nurhadi : Berdamai dengan pikiran


Tatap mataku, Pak Ibnu. Tak usah ragu-ragu. Di balik mataku pun mengakui, kita sama. Sama-sama bekerja di pemasaran media cetak. Hanya, bapak lebih nyaman, karena ada perusahaan besar yang melindungimu, jika satu saat bapak harus istirahat karena sakit.

Kita juga sama-sama dekat dengan Loper, Pak. Satu hati satu rasa untuk berbuat yang terbaik untuk orang-orang yang membuat kita nyaman di kantor. Sayangnya, kita tidak cukup mampu untuk menuntaskan apa yang ada di kepala kita... Di atas langit masih ada langit, dan bayangkan, jika kita harus menyuarakan hati ini kepada atasan kita, yang barangkali belum siap untuk mendengar dan melakukan sesuatu...

Pak Ibnu, usah khawatir, Pak. Cepat atau lambat, perhatian kepada sang loper yang membantu kita menyampaikan produk ke pambaca pasti akan sampai. Harus panjang sabar, dan barangkali, kecuali berdoa, kita bisa memakai kiat yang digunakan oleh Ghandi, yang mencapai semua yang diinginkannya dengan damai.

Jadi, Berdamai dengan pikiran adalah kiat jitu menggapai hasil. Setuju khan?
***
Nama : W.Ibnu Nurhadi
Pekerjaan: ME Sirda Fatrmawati Kelompok KOmpas Gramedia
Cita-cita: Jadi orang yang bijaksana
Hobby : Senyum

Friday, July 28, 2006

Lestari Loper Mencarimu



Lestari Luhur, mantan Pemimpin Perusahaan Media Indonesia, di manakah Anda kini...?

Lopermu, agenmu, sampai sekarang masih setia mengerjakan pelayanan terhadap pembaca. Adakah dirimu masih mengingat kami?

Kalaulah berita Loper Fun Run yang akan diadakan Senin, 21 Agustus 2006 sampai ke telingamu, maka dengan segala kerendahan hati, perkenankan kami mengundangmu. Bukan apa-apa, dirimu yang kukenal sangat perhatian terhadap loper. Dan kutahu yang kumau, jangan-jangan ajang ini akan mempertemukan kita kembali, karena berkali-kali kukontak HPmu, selalu asistemu si Veronika yang mengangkat...

Lestari, lestarikan hubungan kita selama-lamanya. Para Loper mengundangmu berdangdut ria...Hadir iya Les...!

Pemred Bisnis Indonesia, Ahmad Djauhar : Akan Hadirkan Menkominfo


"Apa yang harus saya lakukan untuk Loper,Bung?" tanyamu.

"Terserah bapaklah. Loper itu khan Loper Bapak, jadi apa pun yang akan bapak lakukan untuk membahagiakan loper, sepenuhnya ada di tangan Bapak".

" Okelah. Mungkin Bung ragu-ragu untuk menyebutnya?"

"Tidak, Pak. Aku datang ke sini penuh percaya diri. Kutahu Bapak itu ramah, baik, dan itu sudah kulihat pada acara Buka Bersama dengan loper pada yang dilakukan Sinar Mas Grup dengan YLI, tahun yang lalu."

" Ah, Bung ini. Okelah. Agar acara Loper Fun Run ini lebih bersahaja, saya akan usahakan menghadirkan Sofyan Jalil yang Menkominfo itu, lho. Juga, mudah-mudahan, akan saya hadirkan para pengusaha, yang nantinya bisa kerjasama dengan YLI, semisal pengusaha-pengusaha di bidang asuransi. Prudential mungkin bisa saya hadirkan," ujarmu.

"Bagaimana kalau bapak menghadirkan Soebronto Laras yang dulu dekat dengan loper dan kini lebih aktif di otomotif? Siapa tahu, beliau bisa menyediakan doorprize motor Suzuki sebagai tanda kasih kepada Loper".

"Saya akan coba...!"
***
(O, Tuhan, tolong beri keberanian kepada bapak Ahmad Djauhar, untuk menyampaikan keinginan YLI ini kepada Soebronto Laras. )

Pemred The Jakarta Post : Saya akan hadirkan Para Duta Besar


Lembut, bersahaja, juga bersahabat, dan sangat peduli terhadap lawan bicaranya. Tidak menunjukkan perbedaan. Dan ketika kepadanya disampaikan rencana menggelar Loper Fun Run untuk merayakan Loper’s Day 2006, wajahnya berbinar dan sorot matanya tajam seakan di depannya acara Loper Fun Run sedang berlangsung.

Di sela-sela pembicaraan ada tersirat dari wajahnya untuk mencari dan ingin berbuat sesuatu. Dan memang hal tersebut tercetus beberapa saat kemudian. “ Saya akan hadirkan para Duta Besar Negara sahabat untuk meramaikan Loper Fun Run. Don’t worry, I’ll do my best for Loper,” ujarnya tegas.

Endy M. Bayuni, Pimred The Jakarta Post ini memang serius, dan bukan hanya sekedar menyenangkan panitia yang berkunjung ke kantornya, Jumat 28 Juli 2006, di Jl.Palmerah Selatan No.15, karena untuk tujuan itu, dia menugaskan Tiasna Hery, Kepala Sirkulasi The Jakarta Post, untuk mendisain secara khusus Undangan berkop The Jakarta Post-Yayasan Loper Indonesia, untuk para Duta Besar tersebut. “ Kami akan berbuat yang terbaik, untuk para Loper, Bung! Semoga para Loper yang ikut dalam Loper Fun Run ini, dapat menikmatinya,” ujarnya.

Thursday, July 27, 2006

Senyummu Berkah Bagi Loper


Ketika hatimu berteriak,
Ketika sorot matamu memandang tajam,
dan ketika segala sesuatu berputar-putar dalam benakmu tentang Loper,
saat itu, kecantikan wajahmu makin bergelimang cahaya,
karena kecantikan hatimu menambahkan segala yang ada...

Ah, betapa bahagianya para Loper
Karena Wanita secantik engkau, masih peduli Loper
adakah yang masih lebih bahagia daripada Loper?

Jadi Windriyeti, yang kupanggil saja Wiwin,
Wanita Palembang yang kini bersuamikan Pria Pemalang, Jawa Tengah,
betapapun carut-marutnya lalulintas Jakarta
masih kau terobos, untuk bisa mengikuti rapat Loper Fun Run, Kamis, 27 Juli 2006 di Yayasan Loper Indonesia (YLI).

Dari sorot matamu, yang menunjukkan kerinduan, agar siapa pun bisa memberi kesenangan kepada lopermu, loperku, loper kita. Ini sesuai dengan jabatanmu yang Manajer Area di Media Indonesia...

Oiya, Wiwin...setiap milimeter senyummu, akan memberikan luapan kegembiraan kepada teman-teman panitia...Jadi sering-seringlah tersenyum...!

Dukungan Untuk Loper Fun Run Mengalir Deras

Wajah ceria, dan semangat membara tampak dari wajah-wajah awak sirkulasi yang hadir dalam rapat lanjutan pelaksanaan Loper Fun Run. Tak tanggung-tanggung, sebagian di antaranya meninggalkan rapat penting di kantor, hanya untuk mengikuti rapat, yang dipimpin oleh Dedik Supardiono, Manajer Sirkulasi Republika yang menjadi Ketua Pelaksana perhelatan ini.

" Saya tinggalkan rapat dengan rekan pemasang iklan untuk menghadiri rapat ini. Tidak bermaksud apa-apa. Tapi ini untuk menunjukkan penerbitan kami sangat antusias dan mendukung acara ini. Seluruh staf di sirkulasi, iklan dan moga-moga juga awak redaksi akan hadir dalam pesta ini, sekaligus berperan untuk membantu panitia," ujar Windalaksana, GM Koran Tempo dan Majalah Tempo ini, kepada rekan-rekannya yang hadir.

Begitu juga dengan Tyasna Hery, Manager Sirkulasi The Jakarta Post, mengatakan, seperti halnya dalam Loper's Day 2005, mereka akan terjun total, tanpa syarat. "Saya usulkan awak redaksi harian kami akan meliput acara ini, sehingga dunia akan mengakui keberadaan loper di Indonesia," ujarnya.

Rapat yang digelar mulai pukul 14.00 ini untuk mendapat masukan, apa dan bagaimana Loper Fun Run ini akan dilakukan sehingga loper tercinta mendapat hiburan dan perhatian yang sepatutnya, diakhiri dengan seruan dan tepuk tangan. Rosa dari Media Indonesia yang bertanggujawab untuk acara tampak terharu biru menyaksikan rekan-rekannya yang begitu semangat mendukungnya." Saya akan lakukan yang terbaik demi loper," cetusnya pelan, pelan sekali. Mungkin titik puncak keharuan membahana dalam dadanya.

Wednesday, July 26, 2006

MatiKetawaAlaLoper : Loper Lugu

Seorang Loper yang sedang mengendarai motornya dihentikan oleh Polantas sesudah ia meliwati lampu merah perempatan Cempaka Putih. Si Loper rupanya sedang buru-buru mengantar suratkabar ke sebuah apartemen, karena sudah telat datang di agen.

"Tahu, kamu salah apa?” Tanya polisi dengan nada membentak.

"Melanggar lampu merah, Pak Polisi!" ujar si Loper polos.

“Jadi mengapa masih menerobos, padahal sudah melihat lampu merah menyala?”

“Sejujurnya, Pak. Saya tidak melihat bapak! Tapi saya dengan jelas melihat lampu merah menyala,” jawab si Loper tanpa merasa terbeban.

“Kutilang kamu…!”

“Jangan sembarangan ngomong Pak Polisi. Saya ini manusia.”

“Hah, kamu melawan petugas? Kutilang kamu…!” Bentak Pak Polisi kesal.

“Ah, kamu pikir aku ini takut. Perkutut kamu…,” ujar si Loper lepas kendali. Dalam pikirannya Pak Polisi mengejek dia sebagai burung Kutilang.

Pak Polisi : (Menjadi bengong…bengong dan bengong. Sampai lupa mengeluarkan buku Tilang), dan si Loper pun ngeloyor membawa motornya…rrrr.

Semangatnya Cahyo ME Republika


ME yang lain masih ada yang bertanya-tanya, apakah Loper's Day tahun ini ada atau tidak, eh, ME Sirkulasi Republika ini, sudah demikian bersemangat untuk menginformasikan kepada agen-agennya, bahwa Loper's Daya yang bertajuk Loper Fun Run ini akan dilaksanakan, Senin 21 Agustus 2006 yang akan datang.

"Saya senang bangat, Pak! Tak tahu menggambarkannya. Tapi barangkali karena setiap hati saya bertemu dengan para Loper. Saya bayangkan, betapa maraknya hati mereka nanti. Sudah dapat kaos, makan, hiburan, door prizenya besar banget lagi," ujarnya bersemangat. Sangat bersemangat lagi...


Tapi Cahyo, ini pekerjaan bareng-bareng. Jangan lupa mengajak ME dari penerbit lain. SEbab, Lopermu, Loperku, yah Loper kita bersama. Iya, nggak?

Pemimpin Redaksi Koran Investor Daily, Siap Terjunkan Tim Untuk Loper Fun Run


Masih tetap seperti dulu. Seperti 15 tahun yang lalu ketika mengawaki Uang dan Efek. Sederhana, tulus dan bersemangat. Dan lebih bersemangat lagi, kalau sudah menyangkut loper. Masih terobsesi dalam hatinya yang paling dalam, agar loper mendapat tempat dihati semua pihak, bukan hanya dari kalangan Pers, tetapi juga dari pengusaha lainnya. " Tetapi kalau pengusaha Pers pun tidak peduli terhadap loper, lalu siapa lagi?" ujarnya dengan nada bertanya.

"Jadi, Bung jangan ragu-ragu menghubungi saya. Saya siap diperintah, selama itu menjadi kepentingan loper," serunya, dengan senyum dan mata berbinar. "Dan saya akan buatkan tim khusus, agar dapat meliput dari berbagai aspek mengenai kehidupan Loper ini, dan kegiatan ekonomi yang terkait dengannya," ujarnya.

Memang, Primus Dorimulu masih seperti dulu. Tulus dan selalu memberi semangat. Semangat untuk menyemangati laskar yang bernama loper yang menurutnya, tanpa loper media cetak akan lumpuh. ***

Tuesday, July 25, 2006

Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan Pimpin Tim Untuk Liput Loper Fun Run


Willy AP Hangguman, bukan hanya senyum dan gembira menerima panitia Loper Fun Run, tapi juga bersemangat untuk membantu, khususnya memberitakan peristiwa bersejarah yang akan digelar Senin, 21 Agustus 2006.

Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan ini, bahkan terobsesi agar ajang ini menjadi pusat perhatian dunia, karena barangkali menjadi momen pertama di mana lebih 10.000 ribu loper akan berlari-ria di Istora Senayan Jakarta.

“Saya akan turun langsung memimpin tim redaksi untuk meliput. Dan selain itu, saya akan mendorong penerbitan yang saya pimpin untuk berbuat sesuatu, misalnya dengan menjadi jembatan antara YLI dengan perusahan asuransi, sehingga para loper tercinta bisa mendapatkan proteksi kesehatan,” ujarnya bersemangat kepada Sekretaris YLI, Dicky EA.

Pemimpin Redaksi yang sangat berharap keaadaan perekenomian negeri ini akan pulih, sehingga minat beli dan minat baca meningkat lagi, meminta agar seluruh kuli cd berperan menyukseskan acara Loper’s Day yang bertajuk Loper Fun
Run ini.

“ Peranan Wartawan demikian penting dalam kehidupan Loper. Sebab,
mereka sangat bisa mengangkat derajad para Loper di mata masyarat melalui
pemberitaan. Dan jika itu terjadi, percayalah profesi me-loper di kemudian
hari akan menjadi sejajar dengan pekerjaan lain,”

ujarnya dengan roman wajah yang menunjukkan kesungguhan.

Monday, July 24, 2006

Pemimpin Redaksi Sinar Harapan : Kami akan ekspos Loper Fun Run


Pemimpin Redaksi Sinar Harapan : Kami akan ekspos Loper Fun Run

“Kami akan ekspos acara Loper Fun Run. Dan bukan hanya itu, kami pun akan menerjunkan seluruh awak sirkulasi untuk membantu panitia, agar acara tersebut berlangsung sesuai rencana,” ujar Kristanto, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan, Senin, 24 Juli 2005, di Ruang Rapat, Gedung Sinar Harapan, Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan yang cukup singkat tersebut, Dia berharap agar rekan-rekannya di penerbitan lain juga melakukan hal yang sama dengan apa yang akan mereka lakukan. Harapannya, dengan Loper Fun Run ini, masyarakat luas akan menerima loper sebagai bagian dari diri mereka. “Sudah waktunya Loper ini mendapat perhatian dari semua pihak, karena tanpa mereka mana mungkin media akan sampaia ke pembaca. Jadi marilah bersama-sama menyukseskan Loper Fun Run ini,” pintanya dengan serius.

Who Am I?

W H O A M I ?
By: Laris Naibaho

Who am I?
My body frame pass among the howling dust
Between noise and traffic jam
My skin becomes bruise by the sun’s heat
And the clothes on my entire body,
almost never been worn neatly,
for I have to give chase the buyers

Who am I
My body becomes the arena of promotion
Today I wear a vest with this colour
Another day I do with the other one
I become a human who useful as a money machines
And I am worth, if I earn piles of money

Who am I
Every day these both hands are full of product
I must step forward deftly
And count second by second,
In order to able welcome the buyers
A second wasting, means losing a livelihood
Sometimes I have to hide and seek from the officers
And not rarely become the object of scorn
Merely and because of wish to reach for the sales target

Who am I
I don’t know, whom I belong to?
Therefore, to whom I should complain
When my body becomes tired
And at the moment it will be unable to shout
And run on the street any more

Who am I
It’s imagined in my mind,
If my body has to cooped up in the hospital there
Who cares about me?
Of course, I can share with nobody
There are so many people posses my self, don’t they?


***

Friday, July 21, 2006

Suryo Pratomo Dukung Pelaksanaan Loper Fun Run


"Kami akan dukung Loper Fun Run,"jawab Suryo Pratomo yang lebih terkenal dengan panggilan Tommy, Jumat, 21 Juli 2006 di Gedung Kompas, Jl. Pal Merah Selatan, Jakarta Selatan

Pimred HU Kompas ini, mengemukakan, seperti halnya ketika Loper's Day 11 Maret 2005 yang lalu akan tetap mendukung apa pun yang menyangkut kebaikan kepada Loper. "Bagian redaksi kami akan mengekpos seluruh kegiatan tersebut, agar masyarakat luas tahu tentang keberadaan Loper," ujarnya.

Toomy, dalam pertemuan kilat yang juga dihadiri oleh Pemimpin Umum Warta Kota Dedi Pristiwanto tersebut meminta seluruh panitia untuk bekerja keras, dan memeriksa dengan teliti segala hal yang berkaitan dengan pesta lper tersebut. "Wah, kita pesta lagi bersama Loper iya, Bung?" tanyanya disertai senyum. Yah, senyum khas seorang Tommy.

Thursday, July 20, 2006

Mati Ketawa Ala Loper : Loper Pemberani

Seorang Loper melaju kencang dengan kecepatan 180 km/jam, lebih tepatnya ngebut untuk mengirim koran yang terlambat melintasi jalan raya di tengah kota. Ketika ia melihat didepannya ada sebuah perempatan, dan lampu pengatur LaLin-nya menunjukkan warna kuning, iapun menambah gasnya, hingga pada waktu lampu merah menyala, ia terus melaju tanpa berhenti. Akibatnya, sang petugas,polisi LaLin, mengejar sang pemuda itu karena telah menerjang Lampu merah. Beberapa lama kemudian, tertangkaplah sang pemuda itu oleh polisi yang mengejarnya. Dan, polisi itu bertanya : "Selamat siang, Mas !"

" Selamat siang, Pak ! ", jawab si Loper

"Mengapa anda tidak berhenti ketika lampu merah tadi menyala ? Anda tidak tahu, apa artinya merah ? "

" Berani, Pak! " Jawab si Loper enteng. Di benaknya terekam nama-nama wartawan yang menjadi mitra Polisi yang dia yakin akan membelanya, kalau toh di tilang.Sang Polisi hanya bisa bengong.

Tapi dalam hati mengumpat, “Dasar Loper…!”

***

Dedik Supardiono : Tanggalkan Atribut, Mari Bersatu


Ketua Pelaksana Lofer Fun Run :Tanggalkan Atribut, Mari Bersatu

“Sah saja kita bertarung di pasar. Namanya juga bisnis. Siapa yang lebih dekat dengan Agen atau loper, tentu akan mendapat respon yang lebih tinggi. Tetapi untuk Loper Fun Run ini, mari kita bahu-membahu, agar berjalan sukses,” ujar Dedik Supardiono, Ketua Pelaksana Loper’s Day—Loper Fun Run.

Ajakan tersebut di atas mendapat sambutan yang cukup tinggi dari para sirkulator dan agen media cetak yang hadir pada rapat panitia, Kamis 20 Juli 2006 ruang rapat Yayasan Loper Indonesia, Jl.Tebet Barat IV No.33, Jakarta Selatan.

Rapat yang dilanjutkan di rumah kediaman Agum Gumelar di Jl.Panglima Polim ini menyepakati, akan memberi yang terbaik kepada para Loper, diantaranya akan menghadirkan para artis-artis kondang, seperti para penyanyi di KDI 2.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh para Penasehat acara ini, Kamsul Hasan, yang kini jadi ketua PWI Jaya, dan Ian Situmorang, GM tabloid olahraga terkondang saat ini, BOLA.
***

Ketua PWI Jaya : Bolos Kuliah Demi Loper


Ketua PWI Jaya Kamsul Hasan Bolos Kuliah Demi Loper

Kuliah memang penting. Bukan apa-apa, karena tanpa gelar SH dan tidak memiliki sertifikat Advokad bagaimana mungkin untuk membela rekan-rekan yang bekerja di industri pers?

Undang Undang tentang Advokad memang mengharuskan seseorang yang ingin menjadi pembela berlatar belakang hukum, pun harus menjadi anggota AAI. “Jadi saya kuliah lagi di sore hari, agar siapa tahu, jika kelak ada masalah yang menyangkut rekan-rekan di industri pers, termasuk di antaranya para loper, saya dapat membelanya,” ujarnya.

Tapi ternyata, kendati kuliah penting, yang lebih penting lagi, ialah menghadiri rapat panitia Loper’s Day, yang dilaksanakan ruang santai rumah Agum Gumelar, Kamis sore, 20 Juli 2006. “Saya bolos kuliah, Bung. Saya tahu, Loper’s Day yang bertajuk Loper Fun Run, ini jauh lebih penting. Karena saya tahu siapa itu Loper, saya sangat dekat dengan mereka. Mereka perlu diberi perhatian, yah yang sifatnya menghiburlah,” ujarnya, mengenai ajang Loper Fun Run, yang dia sendiri menjadi Penasehatnya.

Kamsul Hasan sangat berharap dan meminta ke semua pihak, khususnya para pengusaha pers, dan awak yang bekerja di industri pers, agar secara bersama-sama mendukung acara ini. “Saatnya Tahta untuk Loper,” tegasnya.

Monday, July 17, 2006

Doa DAri Dunia

Rajawali…

Setelah sekian lama kau bertahan dalam hasrat, semangat, perjuangan dan keuletan yang nan tak kunjung padam
Menyentuh para loper dengan cinta kasih
Memahami para loper dengan kebajikan dan melukis para loper dengan ketulusan, demi menebar benih-benih senyum dengan t’rus bercahya di setiap nafas para loper

Ah…,
betapa bangganya Dunia…
apalagi Penciptanya,
Rajawali, saatnya telah tiba
Ketika sayapmu menggapai senyuman bumi

Ah,
Betapa bahagianya dikau para loper…
Karena adakah bernama Loper’s Day, jika tanpa keberadaaan dan kehadiran seorang Laris Naibaho?
Happi Loper’s Day : 11 Maret 2005

(Doa dari Dunia)

Thursday, July 13, 2006

Majulah Terus Aji Purwoko

Majulah Terus Aji Purwoko

Siapa pun dirimu aku tidak pedul. Apakah Anda seorang pemimpin perusahaan, manager, atau apa pun jabatan yang biasanya melekat pada diri seorang yang menjadi karyawan. Tapi diriku menjadi sangat peduli untuk menganalisa dirimu, karena kau tekun mengerjakan tugasmu, dan terutama ketekunanmu dalam membina Loper yang kau yakini akan dapat menopang seluruh aktifitasmu.

Engkau bilang, bahwa tanpa Loper tugas mu akan menjadi sangat berat, dan karena itu, tiada hari dalam pikiranmu kecuali loper, loper dan loper.

Sering hatimu teriris tersayat jika engkau melihat loper yang sedang terkapar, dan apalagi jika dirimu tidak melakukan banyak hal karena terbatasnya kemampuan dan wewenangmu. Tapi tahukah kau…bahwa setiap titik yang ada dalam pikiranmu mengenai loper, sudah pasti tercatat di Sorga. Jadi majulah terus…karena ada tersurat, “Berbahagialah orang yang tulus hatinya, karena kelak akan melihat Tuhan...” ***

Petinggi Baru The Jakarta Post

Agung Adi Prasetyo, Wakil CEO Kelompok Kompas Gramedia, kini menduduki salah satu kursi komisaris di PT Bina Media Tenggara, penerbit The Jakarta Post.

Informasi yang terbilang cukup menggembirakan di kalangan agen media cetak, masuknya Agung Adi Prasetyo, akan membawa angin segar, khususnya bagi kalangan sirkulasi. Hasil pengamatan banyak orang, selama ini jajaran The Jakara Post buayan mimpi, yang barangkali karena tidak ada saingan media sejenis di nusantara, mereka menjadi terlena.

Berita lain menyebutkan, Daniel Rembeth yang ditunjuk sebagai Direktur Executive, akan menggelar pertemuan dengan jaringannya, khususnya dengan kalangan Agen, untuk menyampaikan visi dan misinya 5 tahun ke depan. Menurut salah seorang stafnya, Daniel akan mengusahakan peningkatan pembaca, termasuk mendorong kalangan siswa SMA dan mahasiswa, untuk meningkatkan penggunaan bahasa Inggeris dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah, saat ini, para ME The Jakarta Post gencar melakukan kontak dengan para agen dan jajarannya, agar dalam program nanti, hubungan saling pengaruh akan tercipta, sehingga satu sama lain menjadi saling memahami untuk mencapai tujuan.
***

Daniel Rembeth (far right), executive dirctor of PT Bina Media Tenggara which publishes The Jakarta Post, poses with shareholders and members of the board after a shareholders meeting Tuesday. From right to left are share­holder Mahtum Mastoem of PT Grafiti Pers, board members Jusuf Wanandi, Sabam Siagian and Fikri Jufri, share­holder Sofyan Wanandi of PT Anugrah Surya Gama, shareholders Harmoko, Agung Adiprasetyo of PT Grarnedia (chief commissioner), HarjokoTrisnadi of PT Grafiti Pers and Sasongko Soedarjo of PT Sinar Kasih; chief editor Endy M. Bayuni, board member Cherly P San­tasa, Ati Nurbaiti of the Bina Media Sejahtera Foundation and general manager finance and administration A. BambangTrisno. S.

Wednesday, July 12, 2006

Susunan Panitia Loper 10 K Terbentuk


Panitia Lari Gembira Loper 10 K terbentuk

PENASEHAT : Agum Gumelar (Ketua KONI)

: Sugeng Hari Santoso

: Tarman Azzam(Ketua PWI Pusat)

: Kamsul Hasan (Ketua PWI Jaya)

: Ian Situmorang ( Tehnis )
:Hinca Panjaitan, SH MH
: Arswendo Atmowiloto (Pembantu Umum)

Ketua Umum : Laris Naibaho
KaHumas : Dedy Pristiwanto
Anggota : Liston Simarmata, Sahala Hutagalung, Fahmi Siregar, Budi Purnomo, Rudi Sinaga

Ketua Pelaksana : Dedik Supardiono
Sekretaris : 1. Dicky EA, 2. Arnold Hutapea

Bendahara : 1. Chamdani, 2. Dipadilaga
Sie Acara : Ali Sadikin

Sie Keamanan : Jafar Irham
Sie Dana : 1.Zulkifli Lubis, 2.Rosa

3. Franklin Richard A. Matulessy
Sie Mobilisasi Loper : Sirkulasi Kompas
Sie P3K / Medis : Ihsan

Friday, July 07, 2006

GM BOLA Yan Situmorang : Siap Sukseskan Acara Loper Fun Run 10 K


GM BOLA Yan Situmorang : Siap Sukseskan Acara Loper Fun Run 10 K

Rencana menggelar Lari Gembira Loper 21 Agustus 2006 nanti, ternyata tidak hanya mendapat respon dari bagian sirkulasi media cetak. Kini, bagian redaksi juga ikut antusias bahkan akan terlibat langsung untuk menjadi pelaksana, agar acara nanti berlangsung meriah dan sukses. “ Saya bersedia mensupervisi acaranya, dan saya pikir acara seperti ini, harus konsisten dilaksanakan setiap tahun, agar para loper tercinta bisa menikmati hari libur,” ujarnya kepada Laris Naibaho dan Arnold Hutapea yang diundang khusus ke Gedung Bola, Jumat, 7 Juli 2006.

Menurutnya, kendati waktunya sudah demikian singkat, tetapi kalau semua organ yang ada di penerbitan memberi hati dan pikirannya, semua akan berjalan sukses. “ Kami memang tidak berpengalaman sebagai Even Organizer. Tetapi hubungan dengan berbagai EO yang bisa melaksanakan perehelatan ini, sangat banyak yang mampu, asalkan kita memberi dukungan yang maksimal,” katanya tanpa ragu.

***
Agum Gumelar : Akan kibarkan bendera Start Loper Fun Run

Dalam pertemuan dengan pengurus YLI, Jumat 7 Juli 2006, Agum Gumelar, menyatakan sangat bahagia jika diminta mengibarkan bendera start di Loper Fun Run, 21 Agustus 2006 nanti. “O, saya sudah banyak ikuti acara-acara. Tetapi ini akan sangat luar biasa, karena saya akan bersama-sama dengan laskar media, yaitu para Loper,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga dia menyampaikan terima kasih atas pemberian CD yang berisi Mars Loper. “Saya sangat terharu mendengar Mars Loper . Menurut saya, sudah seharusnya para loper ini mendapat tempat di hati para pelaksana daerah ini. Mereka perlu dibina dan diberi ruang tertentu, agar mereka bisa melaksanakan tugasnya dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Thursday, July 06, 2006

Agen Terdidik, Penerbit Maju

INOVASI ATAU MATI

Inovasi atau mati. Dan mengikuti arus kemajuan di berbagai aspek kehidupan tentulah sebuah kebijakan yang bijaksana, khsusnya mereka yang bergelut di bisnis. Penggunaan tehnologi,bukanlah sekedar pemanis hidup, tetapi memang dibutuhkan sebagai penyanggah agar tetap bisa nyaman menjalankan bisnis. Hal tersebut mendorong pengurus Yayasan Loper Indonesia, di Jalan Barkah No.49, Juni 2006 lalu, memberikan pelatihan cara membuat blog di internet melalui jasa baik Pemimpin Perusahaan Genie, Budi Purnomo.

Memang tidak mudah memasukkan tehnologi kepada para Agen yang sebagian diantaranya gagap tehnologi atau gatek. Tetapi semangat mereka untuk mengetahui dan jika mungkin mengimplementasikannya dalam dunia keagenan untuk mengikuti zaman, haruslah diacungi jempol. "Saya menyadari sangat tertinggal. Dan saya kira pelatihan ini membuka mata saya, yang siapa tahu generasi pengganti saya bisa menggunakannya," ujar Franz Tanti Darma, Pimpinan Dian200 Agency. Jadi inovasi atau mati?

ME The Jakarta Post, Toni Napitupulu, Siap Bantu Menyukseskan Loper Fun Run 10 K


ME The Jakarta Post, Toni Napitupulu, Siap Bantu Menyukseskan Loper Fun Run 10 K

Gayung bersambut dari kalangan sirkulasi penerbit pers Indonesia untuk mendukung terselenggaranya Lari Gembira Loper 10 K yang rencananya akan digelar 21 Agustus 2006 nanti.

Toni Napitupulu salah seorang ME The Jakarta Post datang langsung ke markas pembantu Yayasan Loper Indonesia, Jl.Barkah No.49, Kamis, 6 Juli 2006. “Dengan segenap hati dan jiwa , saya akan datang membantu tanpa syarat,” ujarnya polos, seperti kepolosannya saat membantu terselenggaranya Loper’s Day, 11 Maret 2005 lalu.

Wednesday, July 05, 2006

Halo Jaya Suprana, Agen masih ada, lho!


Halo Jaya Suprana, Agen masih ada, lho!

Umumnya penerbit berharap mitranya Agen, menjalankan tugasnya secara professional; mengirim, menagih, dan menambah jumlah langganan, termasuk diantaranya bagaimana melayani langganan, agar tercipta loyalitas dari Langganan.

Maka dulu, tidak kurang seorang Jaya Suprana dihadirkan KOMPAS untuk memberi dorongan melalui pengetahuannya di bidang pemasran yang demikian luas, yang sangat luas, dengan maksud para Agen terus bangkit jiwanya mengelola keagenan.

Tapi kini, disituasi psikologis Agen yang “maju kena, mundur kena” karena demikian sulitnya mempertahankan keagenan, umumnya penerbit, masing-masing hanya berpikir bagaimana menyelematkan penerbitannya, yang padahal untuk bisa tetap selamat, mau tidak mau para Agen harus lebih dulu diselamatkan. Bukan begitu?

Pengawas YLI Ali Sadikin, Himbau Awak Sirkulasi Dukung Loper Fun Run


Pengawas YLI Ali Sadikin, Himbau Awak Sirkulasi Dukung Loper Fun Run

Ali Sadikin, salah seorang dari pengawas Yayasan Loper Indonesia (YLI), Rabu, 5 Juli 2006, mengatakan, rencana YLI menggelar Loper Fun Run 10 K atau Lari Gembira Loper 10 K yang akan berkerjasama dengan KONI merupakan hal positip dan sepatutnya didukung oleh seluruh awak sirkulasi dan pengusaha pers Indonesia.

Menurutnya, 365 hari dalam setahun loper nyaris tidak mengenal hari libur, kecuali libur nasional. “Saya sangat berempati dengan kehidupan para Loper, dan kalau ada ajang seperti ini yang memanfaatkan hari Libur Nasional untuk memberi sedikit kegembiraan dan kepedulian terhadap loper adalah sesuatu yang baik. Dan karena itu, apa pun yang ditugaskan YLI kepada saya untuk menyukseskan acara ini, saya siap,” ujarnya dengan wajah serius.

Dalam pertemuannya dengan KU YLI Laris Naibaho, dia menegaskan, tidak perlu berpikir setengah-setengah mendukung kegiatan loper, karena mereka adalah bagian dari tubuh industri pers. “Saya percaya, Penerbit yang peduli terhadap loper akan menggapai sukses,”ujarnya tanpa ragu

Bincang Canda Imajiner Dengan Sangguru


Buku hasil karya Laris Naibaho, yang bergaya satire ini, mendapat perhatian yang luas dari kalangan pers. Beberapa suratkabar di antaranya Warta Kota, dan selama dua hari dikupas di INDOPOS, memang menimbulkan pertanyaan panjang bagi pembacanya. Dan sebagian dari ribuan pembaca masih juga bertanya, apakah wawancara yang ada di buku ini sungguh-sungguh imajiner atau sang penulis benar-benars bertemu dengan sangguru yang ditokohkan di sana.

Jawaban terhadap pertanyaan ini memang sangat diperlukan. Tetapi bukanlah hal yang terpenting, melainkan apakah setelah membaca, pembacanya akan menyadari, dan lalu berpikir untuk bertindak sesuai dengan tujuan dari penulisan buku ini?

Buku Bincang Canda Imajiner dengan Sang Guru dicari-cari di tokoh buku, tetapi tak ada, karena hanya dicetak terbatas dan hanya ditujukan kepada pemerhati pers dan mereka yang bekerjadi industri pers Indonesia. Namun, jika Anda membutuhkan tidak salah mencarinya ke [BukuBookz!]--Garasi Media Cetak Kelompok Kompas Gramedia terdekat, atau atau telepon langsung ke : 829 9650, 8305208, 8314734 atau sms ke 0811 918 901.

Tuesday, July 04, 2006

Metro 24 Jam : YLI Gelar Loper 10 K

WARTA KOTA, SELASA, 27 JUNI 2006
YLI Gelar Loper 10K
Senayan, Warta Kota
Para loper yang tergabung dalam Yayasan Loper Indonesia (YLI) akan menggelar lomba lari 10 km. Mereka pun meminta bantuan dan dukungan KONI untuk lancarmya kegiatan itu.
Laris Naibaho, Ketua Umum YLI. mengatakan. lomba yang akan digelar Agustus 2006 nanti di­maksudkan untuk ajang ber­kumpulnya para tukang koran dan masvaraxat. "Selama ini ke­beradaan tukang Koran di Indo­nesia masih dipandang sebelah mata." katanya usai bertemu Ke­tua Umum KONI Agum Gumelar. Senin (26/6).
Meski hanva bekerja seba­gai tukang koran, katanya, mereka juga bisa berbuat se­suatu yang membanggakan untuk masyarakat.
Sementara itu, Agum Gumelar me­nyambut baik dan mengaj ak YLI untuk bertemu di kediam­
annya agar dapat membahas rencana ini dengan matang. Saya juga senang dengan ke­hadiran bapak-bapak YLI. Ini berarti teman saya bertam­bah," ujar pemilik moto "teman seribu masih kurang musuh satu terlalu banyak".
Dalam kesempatan itu, YLI memberi sebuah kenang-ke­nangan kepada Agum berupa­ coinpact disc berisi Mars Loper Indonesia. (m2)

Lopertika: Pungguk Merindukan Bulan

PUNGGUK MERINDUKAN BULAN
Oleh Laris Naibaho

Siapa yg tidak mengakui bahwa wartawan memiliki tempat khusus di masyarakat?
Kekhususan ini, tentu bukan karena dia adalah seorang yang kaya raya, atau memiliki jimat setinggi ajimat pancasona yg bisa meluluh lantakkan gunung batu.Tetapi boleh jadi kekhususan ini, oleh karena Wartawan dianggap sebagai tempat curahan hati, jika mengadu ke legislatip, ke judikatip, atau eksekutip tidak mempan. Maka Dalam Four Theory of The Press-nya, Profesor Siebert sampai mengatakan, Pers adalah organ ke empat, yang "Jauh lebih tinggi" dari 3 alat yg ain.
Ini memang benar adanya. Karena kalau tidak benar, tidak mungkin seorang calon Presiden harus lebih dulu soan (berkunjung) ke big bos penerbitan Pers, karena kalau tidak, maka urusan bisa jadi mandeg di tengah jalan. Mengapa? Sebab, setajam-tajamnya pisau, pastilah lebih tajam pisaunya pers, karena dia akan bisa mempengaruhi opini publik.
***
Karena itulah, bergaul dengan wartawan seharusnya sedap. Apalagi pergaulan tersebut diikat pula dengan hubungan yang bila serang-­sering buka buku biologi disebut sebagai "Simbiose Mutualisme"
Tapi siapa menyangka, mesin yg sehari-hari mengolek uang dari pembaca yg dalam Anggaran Dasar Yayasan Loper Indonesia (YLI) disebut Loper bisa jadi luput dari perhatian wartawan. Maka kalau loper dikejar-kejar oleh trantib, ditelanjangi, bahkan mungkin diberangus kehidupannya dari jalan-jalan, tidak menjadi persoalan baginya. Bahkan jangan-jangan enggan untuk memberitakannya, karena dianggap tidak memiliki nilai berita. Padahal, wartawan begitu perkasa untuk membuka borok KPU, bisa menelanjangi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, atau menggiring para bankir masuk bui.
Beruntung ada Yayasan Loper Indonesia yg dideklarasikan di sebuah tempat bersejarah, Istora Senayan 11 Maret 2005 yg lalu. Senyum dan tawa bergema di sana, karena konon, Yayasan ini
akan berjuang untuk memberi perlindungan kepada para loper, yg paling minimal adalah proteksi rawat inap,dan syukur-syukur juga perlindungan hukum dan lain-lain yg sehingga pekerjaan ini menarik bagi pencari pekerjaan.
Saat itu, mungkin sebagian besar atau bahkan seluruh loper yg hadir, juga para agen yg mendampinginya menaruh harapan yg dalam kepada YLI, yg kendati pekerjaan Loper tidak memberi harapan untuk bisa mendapatkan rumah, mobil dan apalagilah yg semacam itu, tapi jika proteksi ada, tentu jadi loper masih bisa memberi memberi kenyamanan.
Tetapi "Binatang" apakah YLI ini. Mampukah dia mengemban tugasnya? Jangan-jangan dia akan mati sebelum sempat lahir? Siapakah yg bertanggungjawab? Dan kalau dia mati, ke manakah Loper harus mengadu, atau milik siapakah para loper ini? Atau mungkinkah perlindungan kepada loper secara formal hanya sebuah utopia? Atau haruskah loper itu hanya pantas untuk dikasihani? Soalnya, tidak semua petinggi Pers di negeri ini yang peduli terhadap loper. Buktinya ada yang menolak mentah-mentah, ketika diminta untuk menjadi Pembina YLI. Bahkan untuk berbincang ria tentang nasib loper dia tidak sempat. Ibarat judul filmnya alm.Bing Slamet :" Saya sedang sibuk." Maka, kendati anggapan ini apriori, "Loper Merindukan
Bulan."
Menjadi benar adanya. Hidup Pers Indonesia
***

Demokrasi, Demokrasi Bohong


Demokrasi, Demokrasi Bohong
Oleh Laris Naibaho
PARTO, bergegas menemui Pak Sukri, kakeknya. Tanpa basa­basi lagi, langsung mengoceh tentang pengalamannya
selama sehari penuh mengitari Jakarta. Pertama, ia bercerita tentang dua pemuda yang duduk ber­dampingan di metromini yang hampir adu pisik, hanya karena asap rokok. Pemuda yang satu menegur, agar toleransi kepa­danya yang tidak merokok. Se­mentara si perokok dengan en­teng meminta, penegur bisa bertolerensi kepadanya yang sedang menikmati rokoknya.
BEBERAPA ratus meter dari pintu tol, metromini terpaksa berhenti. Tak bisa lewat, kare­na ribuan orang sedang berun­juk rasa ke salah satu departe­men produk Orde Reformasi. Suara-suara lantang, memekik­kan agar pemerintah memper­hatikan nasib para karyawan yang berkaitan dengan tugas pelayanan masyarakat.
Salah seorang penumpang yang sangat khawatir akan telat di kampus dan tidak bisa meng­ikuti ujian, turun dan berteriak. "Kalian bo!eh-boleh saja unjuk rasa. Tetapi, tertib dong! Ja­ngan semau gue dan mengham­bat aktivitas orang lain yang ti­dak ikut berunjuk rasa".
Salah seorang pengunjuk ra­sa, menyambut, "Jalan tol ini adalah milik negara. Berarti milik rakyat. Kami adalah raky­at. Berarti kami adalah pemi­liknya. Karena pemilik, maka kami bebas menggunakannya. Hidup rakyat..., hidup rakyat," teriaknya sambil mengepalkan tangan yang diikuti para pen­gunjuk rasa yang lain.
TIBA di depan salah satu mal dekat stasiun, di sana petugas bentrok dengan pedagang kaki lima yang berbaur dengan para supir bajaj. Petugas menjalan­kan perintah, dan semua itu mereka lakukan agar semua tertib dan berjalan lancar. Te­tapi para pedagang tetap ngotot bahwa mereka berhak mencari nafkah di atas trotoar, untuk mengasapi dapur, dan menye­kolahkan anak. Toh, menurut mereka, trotoar tersebut ada­lah warisan nenek moyang me­reka. Dan, yaitu, mereka bersi­keras, agar mereka tetap bisa berjalan.
"SUDAH, sudah. Ndak usah diterusin," potong Pak Sukri, melihat bibir Parto yang masih ingin nyerocos, menambah laporan perjalanannya.
Lalu pikiran Pak Sukri me­nerawang. Dia bayangan diri­nya berada pada tiga kejadian yang disampaikan Parto. Tanpa sadar bibirnya melontarkan kata, "Inikah yang dimaksud dengan euforia demokrasi ?" tanya Pak Sukri kepada dirinya sendiri.
Parto mengira, pertanyaan itu ditujukan padanya. "Eufo­ria demokrasi, apa artinya itu, Kek?"
Pak Sukri gelagapan. Karena memang tak menyadarinya. Ya, tidak siap menjawab. Tetapi, agar tetap tampak berwibawa di mata Parto, ia menjawab juga. "Euforia itu adalah suasa­na pikiran manusia yang ma­buk kepayang karena senang. Jadi eforia demokrasi, yah, suasana yang mabuk kepayang menggunakan demokrasi. Sam­pai demokrasi itu bisa bergeser dari pengertian dan tujuan­nya".
"Maksud, Kakek?"
"Ya, semua orang berhak dan bebas menyampaikan penda­patnya. Itulah demokrasi. Teta­pi, jika dengan dalih demokrasi semua orang menjadi bebas se­bebas-bebasnya, maka akan terjadi anarkhi".
"Jadi harusnya, bagaima­na?"
"Ya, demokrasi tanpa hu­kum, sama saja bohong," ujar Pak Sukri, sambil ngeloyor, tan­pa menghiraukan lagi cucunya, yang seakan masih ingin tahu lebih banyak tentang demok­rasi.
***
(dimuat di HU SANG SAKA, SABTU 15 APRIL 2000.)

Agen Koran Diadili

Bandarlampung, Antara

Para agen dan pengecer surat kabar serta majalah di Lampung dan Jakarta merasa khawatir. Menyusul pengadilan atas se­orang agen di Bandarlampung dengan dakwaan menyebarlu­askan sebuah majalah berbau pornografi.

Muha Setiawan, pemilik se­buah agen surat kabar dari Ja­karta. di Bandarlampung, Rabu mengatakan. sejak ada berita pengadilan atas MP Simorang­kir seorang agen koran di Peng­adilan Negeri (PN) Tanjungka­rang karena menjual majalah FENOMENA vang dinilai berbau pornografi, para agen koran me­rasa khawatir hal serupa me­nimpa mereka.

Muha bersama sejumlah peng­urus Asosiasi Agen Media Cetak Indonesia (AAMCI) berkunjung ke PWI Cabang Lampung ber­kaitan dengan pengadilan yang sedang berlangsung tersebut. MP Simorangkir, yang meng­edarkan rnajalah FENOMENA edisi No 065 dan didakwa pasal 282 KUHP yang isinya mem­pertontonkan gambar yang me­langgar kesopanan. Majalah Fenomena memiliki SIUPP No 1183/SK/SIIPP/ Menpen/1999.

Menurut Muha Setiawan, sejak menda­pat kabar itu hampir seluruh agen maupun pengecer media cetak di Jakarta diliputi keta­kutan, khawatir dituduh juga sebagai pengedar gambar yang melanggar kesopanan.

"Meski keberadaan majalah itu sah secara hukum, tapi kami tetap khawatir, sewaktu-waktu aparat bisa menangkap agen atau pengecer karena ketahuan sedang mengedarkan media ce­tak yang dinilai melanggar ke­sopanan. * KOMPAS, KAMIS, 14 OKTOBER 1999

Kunjungan Manajer Promosi Republika ke Agen



Ada yang datang, ada yang pergi. Yang pergi bisa lupa, atau kalaupun mengingat paling-paling bergumam dalam hati, "Emang gue pikirin...." Tidak apa-apa, to be or not to be, the show must go on.
Yang pergi tidak selalu lebih baik. Yang datang kemudian, bukan berarti tidak mengerti apa-apa. Usia boleh seumur jagung, tapi wanginya bak bau harumnya kencur yang bisa merebak ke mana-mana. "Wangi bok...!"
Begitulah, hari ini, Selasa, 4 Juli 2006, Manajer Promosi Republika, Ir. Imam, MM, bertandang ke markas Agen, Friendship Services, Jl.Barkah No.49, Jakarta, yang kini didisain menjadi [BukuBookz]!. Katanya sih, tanpa pemahaman yang pekat terhadap Agen dan lopernya, sangat sulit untuk mengubah citra pelayanan kepada pelanggan dan calon pelanggan. Dia juga sangat yakin, treatment khusus kepada Agen dan Loper adalah hal terpenting. "Saya akan berusaha sebaik mungkin agar Agen dan Loper mendapat tempat di hati semua pihak," ujarnya sambil senyum, ditimpali tawa renyah Manajer Sirkulasi Dedik Supardiono.